Kelola Bank Sampah Hemat Rp200 Juta

12

Caption: penandatanganan prasasi Bank Sampah Ceria RSUP Dr Mohammad Hoesin oleh Walikota Palembang Harnojoyo, Senin (16/10).

Palembang, BP — Pengelolaan bank sampah yang dilakukan oleh RSUP Dr Mohammad Hoesin diyakini dapat menghemat anggaran pengeluaran hingga Rp200 juta pertahun.

Direktur Utama RSUP Dr Mohammad Hoesin, M Syahril mengatakan, sampah yang dihasilkan baik sampah medis ataupun non medis perharinya hingga 6 ton. Dengan jumlah sampah yang tak sedikit itu, pihak rumah sakit harus mengeluarkan biaya hingga ratusan juta untuk membayar biaya pengangkutan sampah non medis oleh pihak ketiga.

Baca:  Menyulap Sampah Menjadi Barang Mewah

“Penghematan 30 persen dari anggaran mencapai sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta pertahun. Sehingga dananya bisa digunakan untuk kepentingan lain di RSMH ini,” katanya saat Peresmian Bank Sampah Ceria RSUP dr Mohammad Hoesin, Senin (16/10).

Ia mengatakan, 6 ton perhari baik limbah medis dan rumah tangga ini dikelola dengan Reuse, Reduce dan Recycle (3R). Bank sampah ini menjadi yang pertama di Sumsel dan terbesar di Indonesia. Dibangunnya bank sampah ini juga merupakan bagian dari proses untuk green hospital.

Baca:  Raperda Pengelolaan Sampah Termal Bermasalah

RSMH mempekerjaan sekitar 100 orang untuk mengambil atau menghimpun sampah dari setiap unit-unit di RSMH yang kemudian dikumpulkan menjadi satu di Bank Sampah Ceria. Sampah yang dihimpun oleh setiap individu petugas akan ditimbang dan menjadi tabungan yang akan diambil hasilnya dalam bentuk uang satu tahun kemudian.

Dari hasil pengelolaan sampah organik di bank sampah itu nantinya akan menjadi pupuk organik dan digunakan untuk memupuk taman-taman di sekitar rumah sakit. Sampah unorganik dimanfaatkan untuk kantong plastik sampah dan pot bunga. Sementara sampah medis langsung masuk ke incenelator.

Baca:  Tunggu Pemenang Tender Incenelator

“Permasalahan selama ini sampah terkadang beberapa hari tidak diangkut oleh petugas dan menyebabkan bau tak sedap,” ujarnya. #pit