Ultimate magazine theme for WordPress.

Polisi Tewas Dalam Mobil Dengan Luka Tembak di Kepala

Jenazah Bripda AF saat dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum. Foto: Ist

Palembang, BP–Seorang personel Polri berpangkat Brigadir Dua tewas diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya menggunakan senjata api, Senin (9/10) sekitar pukul 02.00. Korban yakni Bripda AF (24) personel Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Polres Muba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, Bripda AF bersama calon istrinya, RS (25), dari Palembang pergi ke rumah sang calon di Dusun VI Rawa Bening Tritunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin dan tiba pukul 23.30.

Bripda AF sempat bertemu dengan orangtua RS yakni DR dan tidak lama dari itu, berpamitan untuk kembali ke Sungai Lilin.

Pada Senin (9/10) sekitar 02.00 dinihari, lima orang warga Dusun VI Rawa Bening, Desa Bentayan, yang sedang melakukan ronda malam, mendengar suara letusan senjata api sebanyak satu kali.

Baca Juga:  Hakim Beberkan Aliran DAK

Warga mencari sumber suara letusan tersebut dan tidak menemukannya. Warga pun tidak menemukan hal yang mencurigakan dan melanjutkan ronda malam.

Pada pukul 07.00, RS yang hendak keluar rumah melihat mobil Honda Mobilio Hitam bernopol BG 1652 JF milik Bripda AF masih terparkir berjarak kurang lebih 30 meter dari rumah Resti.

Mesin mobil yang masih menyala dan terkunci dari dalam membuat RS curiga. Saat ditengok dari kaca pintu belakang sebelah kiri yang pecah, RS terkejut melihat calon suaminya sudah meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah. Percikan darah Bripda AF pun menciprat di bagian dalam mobil.

Terlihat adanya luka tembak di kepala sebelah kanan AF yang menembus ke kepala sebelah kiri. Posisi tangan kanan AF masih memegang senjata api. RS pun memanggil warga untuk mengevakuasi korban.

Baca Juga:  Tersinggung, Penyadap Karet Tembak dan Bacok Suami Istri

Untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Berdasarkan pantauan, sejumlah anggota kepolisian dari Polres Muba dan Polres Banyuasin ikut mengiringi jenazah ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Kapolsek Sungai Lilin AKP Andeva membenarkan korban adalah anak buahnya yang telah bertugas selama dua tahun. Namun, Andeva enggan menyebutkan kronologis kejadian.

“Benar anggota kita, tugas di Unit Reskrim. Tapi untuk kronologis kejadiannya saya minta maaf, tidak bisa cerita,”

Andeva mengakui korban berencana menikah dengan tunangannya RS yang bekerja sebagai bidan. Kesehariannya, korban terbilang anggota yang rajin dan tidak ada masalah dalam pekerjaan.

Baca Juga:  Kijang Tabrak Truk, 1 Tewas

“Sudah izin sama saya mau nikah, tapi tidak tahu kapan menikahnya. Selama ini tidak ada masalah, baik-baik saja, makanya saya kaget,” ujarnya.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Kompol Mansuri mengatakan, jenazah korban tiba di kamar mayat sekitar pukul 13.00. Pihaknya belum dapat menyebutkan penyebab kematian korban karena menunggu hasil visum.

“Baru tiba dan bakal diperiksa dulu. Kita nunggu permintaan penyidik apakah diotopsi atau tidak,” ungkap Mansuri.

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo berujar, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

“Penyelidikan masih dilakukan oleh Polres Banyuasin dan Propam Polda. Setelah ada laporan hasil penyelidikan, baru bisa diketahui motifnya,” ujar Slamet. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...