Ultimate magazine theme for WordPress.

Cara Menghitung Denda Pajak STNK Motor dan Mobil Telat 1 Tahunan, Ini Penjelasan Kepala UPTB Palembang II

Herryandi Sinulingga

Palembang, BP–Siapa bilang denda pajak STNK telat satu hari sama dengan satu tahun? Yuk simak cara  menghitung denda pajak STNK motor dan mobil yang telat 1 tahun atau lebih.

Di tahun 2017 ini, pengurusan surat-surat pajak kendaraan bermotor mendapat tambahan Pemasukan Negara Bukan Pajak yang dibebankan kepada wajib pajak. Bayar pajak tahunan selain bayar pokok pajak STNK, juga kena biaya pengesahan STNK senilai Rp25.000 untuk motor dan Rp50.000 untuk mobil.
“Tidak ada alasan untuk tidak membayar pajak motor, walaupun telat 2, 3, 4 tahun bayar saja. Tidak perlu risau dengan besarnya denda pajak STNK yang telat 1, 2, 3, 4 tahun. Semua akan jelas setelah kita baca penjelasan singkat ini,” ujar Herryandi Sinulingga, Kepala UPTB Palembang II.
Ada  yang bilang denda pajak motor dan mobil telat 1-2 hari sama dengan denda satu tahun, sehingga pemilik kendaraan membiarkannya hingga satu tahun kemudian baru dibayar. Itu tidak benar. Ternyata ada rumus menghitung denda pajak STNK motor dan mobil yang telat walaupun telat satu hari, dua hari, satu bulan, dua bulan dan seterusnya. Dalam hal ini pemerintah  memberi toleransi satu hari kerja untuk menyelesaikan pembayaran pajak motor dan mobilnya.
Bagaimana cara menghitung denda pajak STNK yang telat tersebut? Ini penjelasannya.
Cara  menghitung denda pajak STNK motor dan mobil telat 1 tahunan
Denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) Keterlambatan 1 hari – 1 bulan= 25%. Dua hari, karena yang satu hari merupakan toleransi yang diberikan pemerintah.
Keterlambatan lebih dari 1 bulan= 25% + [ (jumlah bulan terlambat-1) x 2% ].setiap bulan ada kelipatan 2 %
Pemerintah memberikan sanksi denda maksimal 48% jika terlambat lebih dari satu tahun.
Jika pajak telat 2 tahun maka rumusannya sebagai berikut : 2 x (PKB+SW) + 47%x(2xPKB) + (2×32.000).
Jika pajak telat 4 tahun maka rumusannya sebagai berikut : 4 x (PKB+SW) + 47%x(4xPKB) + (4×32.000).
Denda SWDKLLJ Motor Rp 32.000 dan Mobil Rp 143.000
Truck Rp  163.000
Contoh
Pajak motor misalnya sebesar Rp175.500, telat bayar 5 hari. Perhitungannya:
Pokok PKB 175.500.
Pokok SWDKLJJ 35.000.
Denda : 25% x 175.500 = 43.875.
Denda SWDKLJJ = 32.000.
Total Pokok 210.500 + Total Denda 75.875. Total yang harus dibayar = 286.375+25.000 (pengesahan STNK tahunan).
Contoh perhitungan pajak kendaraan telat 4 Tahun.
Misalnya Pokok PKB Rp 250.000.
Pokok SWDKLJJ 35.000.
Denda Total yang harus dibayar : 4 x (PKB+SW) + 47%x(4xPKB) + (4×32.000) = 1.738.000.
Masih menurut Herryandi Sinulingga, syarat-syarat dan langkah pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Ingat untuk denda SWKLJJ (jasa raharja) motor 32.000 dan mobil 143.000. Truk 163.000 dan untuk biaya pengesahan STNK tahunan Rp25.000 motor, dan Rp50.000 untuk mobil. Biaya cetak STNK 100.000 untuk motor dan 200.000 untuk mobil.
Nah sudah paham kan? Jadi kalau pajak Anda telat 4 hari, segera bayarkan, mumpung telatnya belum lama dan bayarnya belum mahal. Kalau telat 2-4 tahun lebih baik dibayar juga, sebelum kena beban biaya cetak STNK yang naik. Demikian cara terbaru menghitung senda pajak STNK motor dan mobil telat 1 tahunan 2017-2018. Semoga Anda paham dan segera bayar pajak. Toh pajak yang Anda bayarkan untuk pembangunan juga. ‘Orang Bijak pasti Bayar Pajak’. #seg
Baca Juga:  Gubernur Alex Minta Sumsel Tetap Zero Konflik
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...