Home / Headline / Alex Noerdin Undang Ribuan Dokter ke Sumsel

Alex Noerdin Undang Ribuan Dokter ke Sumsel

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyambut puluhan dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) di Griya Agung, Palembang.

Palembang, BP–Puluhan dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) beraudiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, di Griya Agung Palembang, Jumat (6/10). Kunjungan ini sekaligus mengabarkan tentang rencana mereka menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perdosri, di Palembang pertengahan November 2017.

Dalam kesempatan tersebut, pelopor berobat gratis ini mengatakan akan mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Namun, Alex juga berpesan agar ke depan penyelenggaraan serupa dapat digelar lebih meriah, bahkan bila perlu melibatkan dokter-dokter dari luar negeri.

“Kalau pesertanya 600 itu masih sedikit. Lain kali usahakan bisa 2.000 atau 3.000 dokter peserta. Undang semua dokter dari negara lain berkumpul di sini. Pemprov Sumsel akan siap memfasilitasi. Sumsel punya banyak gedung dan convention hall yang besar. Jangan khawatir semua bisa ditampung,” jelas Alex.

Saat ini, ia mengatakan, pemerintah daerah tengah gencar membangun sarana dan prasarana penunjang kesehatan masyarakat. Paling anyar adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumsel. Tak tanggung-tanggung, peralatan yang akan digunakan untuk mendukung operasional rumah sakit ini menelan dana yang tak sedikit sebesar Rp1 triliun.

Dengan fasilitas yang berstandar internasional, Gubernur berharap saat RSUD Provinsi Sumsel beroperasi nanti, masyarakat yang berobat ke luar negeri bisa berkurang.

“Sekarang ini kan begitu, sakit sedikit ke Singapura. Nah nanti kalau RSUD ini sudah jadi dan beroperasi, bisa jadi rujukan masyarakat Sumsel dan sekitarnya. Karena bukan hanya fasilitas saja yang diperhatikan, tapi SDM-nya juga akan diseleksi dengan ketat,” tambah Alex.

Tak cukup sampai di sana, sambung dia, selain menyediakan layanan kesehatan yang lengkap, di areal RSUD Provinsi kelak akan dibangun Fakultas Kedokteran Unsri serta gedung serba guna. Dalam rancangannya, gedung itu nanti dapat digunakan untuk mahasiswa menggelar seminar dan acara lainnya.

“Kita lengkapi, bila perlu dokter yang masih single kita buatkan apartemen. Jadi mereka tidak perlu jauh-jauh lagi bekerja. Mahasiswa juga begitu. Kita siapkan ruang kuliah dan kalau mau seminar tidak perlu cari hotel lagi. Cukup gedung yang akan kita siapkan di sana,” jelas Alex.

 

Jangan Konflik

Di kesempatan berbeda, Gubernur mengimbau Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumsel segera melakukan sosialisasi tentang ketentuan, peraturan dan tahapan-tahapan dalam penyelenggaraan pemilu hingga ke tingkat paling bawah. Hal ini bertujuan agar penyelenggaraan pilkada serentak di Sumsel berjalan sukses serta tidak menimbulkan benih-benih konflik.

Dikatakan, pilkada serentak 2018 merupakan salah satu agenda penting Sumsel selain tuan rumah Asian Games. Kedua agenda tersebut harus berjalan lancar dan sukses. Di samping itu, Sumsel sendiri merupakan daerah zero conflict yang artinya tidak boleh terjadi konflik berlarut-larut. Terlebih jelang Pilkada.

“Sumsel saat ini sangat luar biasa karena kemajuan di berbagai bidang yang diraih. Jadi, jangan sampai semua kemajuan ini menjadi rusak hanya karena gejolak Pilkada. Ini menjadi tugas penting yang harus kita jaga bersama,” tegas Gubernur saat menerima audensi Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel Junaidi beserta jajarannya, di Griya Agung Palembang, kemarin.

Menurut Alex, Bawaslu Sumsel memiliki tugas yang cukup berat karena terdapat 5 kabupaten, 4 kota dan 1 provinsi yang menyelenggarakan pilkada serentak di 2018. Selain itu, pilkada serentak dan Asian Games akan berlangsung di tahun yang sama. Sekilas kegiatan tersebut bertolak belakang. Artinya, Asian Games harus dilaksanakan dengan penuh kemeriahan, sementara pilkada serentak harus dilaksanakan dengan fokus, tenang, aman dan damai.

“Saya berpesan, dimulai dari pelaksanaan tahapan pemilukada jangan sampai menimbulkan bibit bibit konflik. Sosialisasikan seluruh ketentuan dan peraturan dalam pelaksanaan pilkada sampai ke tingkat bawah. Mulai dari saat ini juga karena sekarang sudah memasuki tahapan pemilu,” pinta Alex.

Junaidi menjelaskan, sejak tanggal 21 September 2017 lalu, dirinya telah dilantik sebagai ketua Bawaslu Provinsi Sumsel dan sudah mulai bekerja memasuki tahapan-tahapan pemilu dan pemilukada.

Sebagai penerus kepemimpinan Bawaslu Sumsel, Junaidi menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sumsel karena telah memberikan perhatian luar biasa kepada Bawaslu Sumsel sebagai salah satu lembaga pengemban tugas negara.

“Saat berkumpul di Bawaslu RI kita sangat bangga pak Alex, karena memiliki fasilitas yang sangat luar biasa, seluruh Bawaslu di Indonesia tidak ada yang memiliki kantor sendiri hanya Bawaslu Sumsel yang memiliki kantor sendiri, ini menjadi kebanggaan kita,” ungkap dia.

Ia menambahkan, Januari 2018 mendatang Bawaslu Sumsel akan melakukan penambahan beberapa bidang tugas, sehingga memerlukan penambahan tenaga kerja yang diharapkan dapat terpenuhi melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kita sampaikan ke Pak Gubernur, Januari akan ada penambahan bidang dan mengharapkan penambahan tenaga dari Pemprov, dalam waktu dekat kita akan mengirimkan surat secara resmi terkait kebutuhan tenaga tersebut,” pungkasnya. #rio

 

 

x

Jangan Lewatkan

KPK Imbau Cakada di 4 Wilayah Jujur Melaporkan Dana Kampanye, Termasuk Sumsel

Palangkaraya,BP  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau para pasangan calon kepala daerah (cakada) di empat wilayah Provinsi ...