Ultimate magazine theme for WordPress.

Stasiun LRT Bakal Gunakan ‘Vending Machine’

Jembatan LRT yang melintasi Sungai Musi kini sudah tersambung dan menjejeri bentang Jembatan Ampera. Foto: Mardiansyah

Palembang, BP–Untuk penumpang yang nantinya ingin naik transportasi kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang rencananya di setiap stasiun akan disediakan Vending Machine (mesin yang digunakan untuk melakukan pembayaran secara otomatis tanpa ada operator).

 Kepala Bidang Perkeretapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatam Afrian Jhon mengatakan, pihaknya berencana 13 stasiun sepur dipucuk yang biasa diaebut Gubernur Sumsel H Alex Noerdin akan menggunakan Vending Machine.

“Tetapi, apakah 13 stasiun LRT akan menggunakan Vending Machine semua atau di stasiun utama saja, kita masih mengkajinya. Sebab untuk mesin ini di 13 stasiun diperkirakan akan menelan dana Rp6 miliar,” kata Afrian saat ditemui usai rapat, di Pemprov Sumsel, Selasa (26/9).

Baca Juga:  Danlanud SMH Terima Tim Wasrik Itkoopsau I

Selain membahas Vending Machine ini, lanjut dia, dalam rapat kali ini pihaknya juga membahas mengenai Kartu E-Money khusus untuk penumpang LRT nantinya. Untuk E-Money ini akan dikeluarkan oleh Bank Sumsel Babel (BSB).

“Dengan adanya alat pembayaran tersebut tentu membuat masyarakat di Sumsel tak lagi repot dengan harus mengeluarkan uang tunai. Selain dengan BSB, rencananya juga akan dilakukan dengan bank-bank lain,” jelas dia.

Ia juga menambahkan, investasi ticketing dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE). Sayangnya, untuk nilai investasi sendiri, Afrian belum dapat memaparkannya. “Nilai investasi kita belum bisa menyebutkan, karena sejauh ini masih dikaji,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Sumsel Raih Penghargaan dari Leprid

Sedangkan rencana untuk tarif tiket LRT Palembang, lanjut Afrian, pihaknya ingin memberlakukan harga ekonomis kisaran Rp5.000-Rp10.000 per penumpang LRT. Harga tersebut tentunya yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat tersebut.

“Kalau soal harga tiket LRT belum ada perubahan masih rencana kisaran Rp5.000 sampai Rp10.000. Tetapi harga ini belum final, jadi masih dilakukan kajian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lapangan Zona Jembatan Musi atau Zona 4 Jajang Asfarin mengatakan, pemasangan girder atau beton penyambung antar tiang LRT telah dilakukan tanpa adanya kendala. Sehingga, siang ini arus Sungai Musi sudah dapat berjalan seperti semula.

Baca Juga:  Kecepatan LRT Sumsel Tembus 35 Km/Jam

“Tidak ada kendala dalam pemasangan atau lifting ini semuanya berjalan lancar,” katanya saat ditemui di lokasi pembangunan LRT, di Sungai Musi.

Dikatakannya, progres pembangunan diatas Sungai Musi ini sudah mencapai sekitar 90 persen dimana tinggal penyisahan pengerjaan pemasangan baut, pengecoran dan pengerjaan minor lainnya. Pengerjaan minor ini tidak harus melakukan penutupan arus lalu lintas perairan karena semua dapat dikerjakan di atas semuanya. “Targetnya pengerjaan sisa ini semua selesai pada akhir Oktober mendatang,” tutupnya. #rio

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...