Ultimate magazine theme for WordPress.

Polisi Kejar Aliran Uang Pungli PTT Medis Muba

Dok/BP
Sekayu, BP–Pungutan liar (pungli) dalam penerimaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di bidang Medis yang dilakukan oleh oknun Aparatur Sipil Negara (ASN) memasuki babak baru. Kapolres Muba AKBP Rahmat Hakim, Sik menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini. Polisi berpijak pada LP.A/1092/IX/2017/SUMSEL/RES MUBA TGL 25 SEPT 2017 psl 5 atau 12 UURI No.31 th 1999 sebagaimana telah di rubah UURI th.20 th 2001 ttg pidana korupsi atau pasal 378 ĶUHP kasus pidana pungli.
Aliran dana yang dikumpulkan oleh oknum ASN bernama Mega akan ditelusuri oleh pihak Polres Muba.
Kapolres melalui  Kasat Reskrim AKP Kemas Muhammad Syawaludin, Sik mengatakan, pihaknya telah mengambil alih dari inspektorat, namun masih tahap penyelidikan. Unsur pidananya telah diproses, beberapa alat bukti terkait pungli telah ada di penyidik Satreskrim.
“Seperti kwitansi dari pelaku yang diberikan dari korban, kita ambil dari inspektorat,” kata Kemas, di ruang kerjanya, Selasa (26/9).
Disebutkan,  dokumen lainnya dari dinas terkait belum diambil hanya untuk kwitansi terlebih dahulu. Pihak-pihak terkait seperti pelaku maupun korban akan segera dipanggil untuk dimintai keterang lebih detail.
“Nah, untuk merambat yang lain belum bisa berbicara banyak. Hanya saja, kita tanyai pihak terkait untuk lebih terang. Bagaimana modus pelaku melakukan pungli,” jelasnya.
Begitu kasusnya sudah terang, tambah dia, pihaknya segera  menelaah kearah mana unsur pidana, bahkan bisa menelusuri arah aliran dana yang dipungut oleh oknum ASN itu.
“Kita kejar dan telurusi aliran dananya kemana,” tegas perwira balok tiga ini.
Disinggung akan membuka posko bagi korban, Kemas menuturkan, tidak menutup kemungkinan akan membuka posko bagi para korban yang merasa telah dieugikan kepada oknum pelaku tersebut, kalau unsurnya sudah jelas.
Untuk diketahui, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial Mega melakukan pungli terhadap penerimaan dan pengangkatan pegawai tidak tetap (PTT) medis di Kabupaten Muba. Buktinya telah beberapa orang dimintai menyetorkan uang  dan dijanjikan terima surat keputusan (SK) pengangkatan PTT medis.
Salah satu korban yang meminta namanya diinisialkan, AM, mengaku, memang dijanjikan dan tidak sendirian tapi bersama lima teman lainnya. “Di mana kami dikumpulkan di SP 3 Kecamatan Plakat Tinggi oleh oknum itu,” akunya.
Dalam pertemuan itu, si oknum, meminta sejumlah uang dalam pengangkatan PTT Medis kepada korban yang didominasi sarjana Akper, Akbid, serta SKM yang ada.
“Setelah menyetor uang. Kita dijanjikan menerima SK pengangkatan PTT medis pada bulan September, namun. Kalau tidak keluar SK, uang akan dikembalikan secara utuh,” bebernya.
Anehnya SK PTT Medis tidak kunjung diterima. Lalu tidak ada kabar sedikit pun, mengenai nasib kami. “ Kita merasa tertipu oleh oknum ASN  ini. Sebab dia meminta sejumlah uang sebesar Rp 30 juta PTT medis daerah dan Rp 45 juta PTT Pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Sekda Muba yang juga ketua tim pengusutan pungli di lingkup Pemkab Muba, H Apriyadi, menyebutkan pihaknya kini sedang bekerja keras mendalami adanya pelanggaran administrasi. “Kita sudah dalami dan saat ini sedang penelusuran mendalam. Tunggi saja akan kita infokan. Sambil lalu silakan juga ikuti potensi tindakan pidana yang diusut Polres Muba,” katanya.#arf
/arf
Baca Juga:  Terjatuh Ditarik Korbannya, Begal Nyaris Tewas
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...