Home / Headline / Gubernur Sumsel Ajukan Usulan Tiga Raperda Baru

Gubernur Sumsel Ajukan Usulan Tiga Raperda Baru

BP/IST
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajukan tiga raperda pada rapat paripurna DPRD Sumsel, Selasa (19/9).

Palembang, BP–Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajukan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) pada rapat paripurna DPRD Sumsel, Selasa (19/9).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas didampingi jajaran Wakil Ketua dan para undangan.

Ketiga raperda tersebut adalah raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 9 tahun 2014 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah provinsi Sumsel tahun 2013-2018, raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 10 tahun 2015 tentang perubahan bentuk badan hukum perusahaan daerah perhotelan Swarna Dwipa menjadi perseroan terbatas Swarna Dwipa Sumatera Selatan Gemilang.
Dan raperda tentang pengikatan dana anggaran pelaksanaan pekerjaan tahun jamak pembangunan Jembatan Musi VI kota Palembang tahap II.

Menurut Gubernur Sumsel, menghadapi pesta Asian Games ke 18 tahun 2018 yang tinggal hitungan tentu kita semua perlu menyatukan tekad dan memperkuat kebersamaan untuk menjaga dan mempertahankan situasi yang kondusif, ini guna menyelesaikan berbagai persiapan pembangunan infrastruktur seperti venue Asian Games, pembangunan light rail transit (LRT), fly over simpang bandara dan simpang Musi II, pembangunan jembatan Musi IV dan jembatan Musi VI, dan semuanya harus selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

Sehubungan dengan itu, pihaknya perlu melakukan upaya percepatan pembangunan infrastruktur, menggerakkan perekonomian daerah antara lain dengan meningkatkan efektivitas kegiatan usaha BUMD serta memantapkan program-program pembangunan sebagaimana yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah provinsi Sumsel tahun 2013-2028 menuju tercapainya Sumsel sejahtera, lebih maju dan berdaya saing internasional.

Menurutnya, optimalisasi kinerja BUMD saat ini sudah menjadi keharusan dan diharapkan kedepan menjadi sumber pendapatan asli daerah yang dapat diandalkan , sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya yang tumbuh subur di Provinsi Sumsel .

“Idealnya suatu BUMD mampu menjadi pionir dan motor penggerak pembangunan daerah dan untuk itu perlu adanya upaya peningkatan kinerja dan produktivitas dengan memberi ruang gerak yang lebih besar bagi BUMD agar dapat meningkatkan keuntungan dan memahami kebutuhan pasar (Profit Oriented And Market Oriented) dalam rangka meningkatkan pendapatan asli darerah,” katanya.

Memperhatikan ketentuan tersebut sangat tepat upaya pihaknya melakukan perubahan badan hukum PD Perhotelan Swarna Dwipa menjadi PT Swarna Dwipa Sumatera Selatan Gemilang yang tentunya akan memberikan keleluasaan bagi BUMD tersebut untuk tumbuh dan berkembang dengan suatu tata kelola perusahaan yang baik dan akuntabel.
Apalagi saat ini perseroan sedang mengembangkan usahanya dengan membangun Hotel Swarna Dwipa Syariah yang merupakan satu-satunya Hotel Syariah di Palembang, lengkap dengan fasilitas manasik haji/umrah, Swarna Dwipa Sport Hotel Injuries and Theraphys, usaha catering dan even organizer.

Selanjutnya pembangunan jembatan Musi VI tahap II sebagai tindaklanjut dari pembangunan Jembatan Musi VI tahap I multak dilakukan agar keberadaan jembatan tersebut benar-benar dapat berfungsi sesuai harapan.

“Sebagaimana dimaklumi bahwa dana pembangunan Jembatan Musi VI ini sepenuhnya di biayai melalui APBD Provinsi secara bertahap. Diajukannya pekerjaan tahun jamak pembangunan Jembatan Musi VI tahap II ini mengingat pekerjaan pembangunan Jembatan Musi VI tahap I yang selesai akhir tahun 20178 ini baru melingkupi pembangunan jembatan inti saja dan belum mencakup pekerjaan pembangunan jembatan pendekat dan jalan pendekat di kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir,” katanya.

Sehubungan dengan itu Gubernur mengharapkan, koordinasi, kerja sama dan dukungan yang selama ini sudah berjalan dapat terus ditingkatakan agar pelaksanaan pembangunan di Sumsel dapat berjalan baik.

“Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan sebagai penjelasan atas penyampaian tiga raperda, diharapkan tiga raperda ini dapat dibahas melalui tahapan-tahapan pembicaraan dalam rapat paripurna DPRD Sumsel untuk selanjutnya mendapatkan persetujuan bersama guna ditetapkan menjadi peraturan daerah dan ditindak lanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas mengatakan, rapat paripurna dilanjutkan minggu depan agenda tanggapan masing-masing fraksi .#adv