Home / Hukum / Tukang Jahit Tewas Dengan Luka Tembak di Kening

Tukang Jahit Tewas Dengan Luka Tembak di Kening

Jasad Tarmizi usai menjalani otopsi di RS Bhayangkara.

Palembang, BP–Tarmizi (38), warga Jalan S Parman, Lorong Anugerah, Nomor 2772, RT29/6, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Palembang ditemukan tewas dengan luka tembus bekas peluru di kepala, Minggu (17/9) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ambruk setelah tertembak di Lorong Nangka, Jalan Angkatan 66, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Oleh warga setempat, korban sempat dilarikan ke RSUP Dr Mohammad Hoesin, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Selanjutnya ia dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani otopsi.

Dari ketidakjelasan kronologi kejadian, beredar kabar jika pelaku penembakan adalah oknum polisi. Belum diketahui apa yang menjadi latar belakang atau modus dari penembakan tersebut.

Namun informasi di lapangan menyebutkan, korban terlibat persoalan gadai motor. Ada seseorang yang menggadaikan motor dengan korban, tapi oleh korban digadaikan kembali ke orang lain.

Karena tidak terima dengan kelakuan korban, Tarmizi dikabarkan sempat disambangi dua orang di tempat kerjanya di Jalan Angkatan 66. Di lokasi kejadian tersebut korban diancam dengan menggunakan senjata api hingga akhirnya ditembak di bagian kening.

Namun kabar tersebut disanggah oleh Kapolresta Palembang. “Tidak ada korban salah tembak oleh anggota. Memang ada penembakan saja di TKP. Saat ini sedang ditelusuri,” kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Senin (18/9).

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo membenarkan kejadian penembakan yang menimpa Tarmizi tersebut dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti. Termasuk dari rekaman CCTV RSMH Palembang yang melihat ada mobil jenis Xenia yang sempat mengantar korban dan selanjutnya langsung kabur.

Nomor polisi kendaraan tersebut sudah diketahui dan kini dalam pengembangan petugas untuk dilacak siapa pemiliknya.

“Saksi-saksi tengah kita periksa, termasuk sekuriti rumah sakit umum. Tapi kita belum tahu pelakunya. Kalau ada informasi akan kita sampaikan,” ucapnya.

Slamet juga mengatakan, kepolisian masih menunggu hasil labfor dari Tim Forensik RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kita tunggu dulu hasil labfor,” katanya, sembari menyebut belum bisa juga memastikan kalau korban memiliki catatan kriminal atau tidak.

Ditanya soal kabar beredar yang menyebutkan kalau pelaku penembakan adalah oknum polisi, Slamet mengatakan belum bisa memastikan sebab masih dalam proses lidik. Namun jika memang terbukti benar pelakunya adalah oknum anggota, tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Sekali lagi, untuk saat ini masih dalam proses lidik. Kalau sudah pasti, baru bisa kita sampaikan,” ucapnya.

Terpisah, Irawan (35), adik ipar korban mengatakan, Tarmizi kakak iparnya tersebut sehari-hari tidak tersangkut persoalan dengan orang lain dan jauh dari masalah. Dirinya sendiri kaget ketika mendapat kabar kalau Tarmizi tewas akibat luka tembak.

“Saya kurang tahu juga masalahnya. Kakak saya itu sehari-hari hanya berprofesi tukang jahit,” ucap Irawan.

Sementara itu, Dokter Forensik RS Bhayangkara Kompol Dr Mansuri mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya terdapat luka tembak di bagian kepala tepatnya di kening korban.

“Kita hanya memeriksa dari luar saja serta dironsen, hal ini atas permintaan pihak keluarga, dicurigai luka tembak,” tandasnya. # idz

BACA: Aiptu Basuki Mengaku Tak Sengaja Bunuh Tarmizi
BACA: Tukang Jahit Tarmizi Diduga Ditembak Polisi

x

Jangan Lewatkan

107 Ribu Warga Sumsel Dikenai Sanksi Karena Tak Pakai Masker

Palembang, BP–Sebanyak 107 ribu warga di Provinsi Sumatera Selatan mendapat teguran lisan hingga denda karena kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan ...