Home / Sumsel / Asuransi Pertanian di Sumsel Belum Berjalan Maksimal

Asuransi Pertanian di Sumsel Belum Berjalan Maksimal

 

Husyam Usman

Palembang, BP–Sekretaris Wilayah (Sekwil) Pandu Tani Indonesia (Patani) Provinsi Sumatera Selatan Husyam Usman menilai, asuransi pertanian belum maksimal berjalan di Sumsel ini .
“Perlu kita dorong agar usaha agribisnis bisa di pacu namun kendala resiko selalu menjadi perbankan sungkan memberikan pinjaman ..nah disitulah pemerintah harus hadir memberikan fasilitas asuransi agar usaha-usaha disektor pertanian bisa terbantu,“ katanya, Minggu (17/9).
Apalagi pemberian asuransi bagi petani Sumsel sangat minim dan mestinya harusnya di dorong melalui kelompok tani agar preminya pemerintah daerah yang membayar.
“Secara mandiri lewat Jasindo sudah, tapi kesadaran petani apalagi yang gurem perlu ada penjaminan agar program bisa berjalan. Bisa dikatakan belum berjalan,” katanya.
Namun dia mengaku, untuk Sumsel belum bisa di data jumlah petani yang masuk dalam asuransi pertanian tersebut.
Apalagi menurutnya, asuransi pertanian itu bagus untuk menjamin petani untuk keberlangsungan pertanian dan peternakan dari gagal panen.
“Sepanjang kita ketahui pelaksanaan program ini di Sumsel belum berjalan, terkecuali Asuransi Pertanian Mandiri. Bisa saja petani secara sadar telah melakukannya. Para petani peternakan dan perkebunan di pulau jawa telah memanfaatkan program ini secara maksimal sejak 2014 lalu. Terutama bagi pemilik lahan di bawah 2 hektar dengan premi sekitar 30 ribu rupiah,” katanya.
Selain itu, jika terjadi gagal panen maka mereka akan mendapat biaya tanggungan sebesar 6 juta rupaih guna mengamankan kebutuhan petani selama masa tanam berikutnya. Bagi Patani program ini sangat baik untuk diteruskan dan bahkan ditingkatkan nilai dan kapasitasnya bukan hanya dari angggaran APBN tapi dibantu penguatannya lewat APBD provinsi dan kabupaten/kota misalnya dalam pembelian benih dan pestisida dan lain-lain.#osk