Makam Sultan Muhammad Mansyur, Tidak Ada Penerangan

32

Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Abdul Gani, Kasi Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Dinas Kebudayaan Kota setempat, Nyimas Ulfah Aryeni, bersama Wanda Lesmana, pegiat budaya, Dirjen Kebudayaan RI, dan RM Rasyid Thohir selaku Ketua Forum Kuncen Makam kesultanan Cagar Budaya Palembang mengunjungi komplek makam Sultan Palembang Sultan Muhammad Mansyur, di Kawasan Kebon Gede, 32 Ilir, Palembang. (BP/IST)

Palembang, BP–Dinas Kebudayaan Kota Palembang melalui Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani, Kasi Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Dinas Kebudayaan Kota setempat, Nyimas Ulfah Aryeni bersama Wanda Lesmana, Penggiat Budaya Dirjen Kebudayaan RI dan RM. Rasyid Thohir selaku Ketua Forum Kuncen Makam kesultanan Cagar Budaya Palembang menindaklanjuti pendataan Cagar Budaya yang ada di Kota Palembang, dimulai dari tiap kelurahan di kota Palembang.

Baca:  Keturunan SMB II Di Ternate Memendam Rindu Ingin Pulang Ke Palembang

Selasa (5/9) rombongan tersebut mengunjungi komplek makam Sultan Palembang Sultan Muhammad Mansyur, di Kawasan Kebon Gede, 32 Ilir, Palembang.

Saat ini kondisi makam Sultan Muhammad Mansyur sangat memprihatinkan, karena di dalam pemakaman tersebut tidak ada penerangan dan PDAM sehingga dengan kondisi tersebut agar segera dilaporkan ke kepala dinas kebudayaan kota dan Pemkot Palembang.

Baca:  Kepahlawanan Pangeran Sido ing Rejek Perlu Diangkat Kepermukaan

“Selain Makam Sultan Muhammad Mansyur di dalam makam tersebut terdapat Makam Ratu Nyimas Singo dari Jambi dan Mufhti guru spiritual dari Sultan Muhammad Mansyur pada masa itu,” kata Wanda Lesmana, Penggiat Budaya Dirjen Kebudayaan RI, Kamis (7/9).

Selain itu rombongan juga mengunjungi kediaman Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) III Prabu Diraja guna melakukan pencatatan cagar budaya yang masih asli untuk didaftarkan sebagai cagar budaya benda diantaranya Cap Asli SMB II, AlQuran tulisan Milik SMB II dan baju kebesaran SMB II dan Senjata.

1
2