Ultimate magazine theme for WordPress.

DJP Kejar Pajak ‘Online Shop’

ist

Palembang, BP–Direktorat Jenderak Pajak (DJP) Sumatera Selatan (Sumsel) Bangka Belitung (Babel) memaksimalkan potensi pajak penghasilan (PPh) orang pribadi, salah satunya bagi pengusaha belanja online (online shop) yang berdiri sendiri.

Kepala Kantor Perwakilan DJP Sumsel Babel M Ismiransyah M Zain mengatakan, untuk saat ini aturan belum disahkan, namun pemetaan sudah dilakukan. “Segera, karena sudah dilakukan rapat pimpinan di pusat, nanti setelah aturan disahkan baru akan diimplementasikan,” kata M Zain yang akrab disapa Rendi, Rabu (6/9).

Baca Juga:  Ditjen Pajak Lelang Hasil Sitaan Pengemplang Pajak

Untuk online shop yang sudah resmi terdaftar berbentuk PT atau CV, sejauh ini menggunakan aturan yang sudah ada. Namun untuk online shop yang belum ada izin resmi PT atau CV masih menunggu pengesahan aturan. “Tarif yang bakal dikenakan diperkirakan tarif PPh Final UKM,” katanya.

Untuk PPh Final UKM yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 adalah sebesar 1%. Peredaran bruto (omzet) usaha sebesar Rp4,8 miliar dalam 1 tahun pajak terakhir.

Baca Juga:  Layanan GoCar Hadirkan Perlindungan Asuransi Jasa Raharja

Jika peredaran bruto kumulatif pada suatu bulan telah melebihi jumlah Rp4,8 miliar dalam suatu tahun pajak, wajib pajak tetap dikenai tarif PPh final 1 persen sampai dengan akhir tahun pajak yang bersangkutan.

Peredaran bruto wajib pajak telah melebihi Rp4,8 miliar pada suatu tahun pajak, atas penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak pada tahun pajak berikutnya dikenai tarif PPh berdasarkan ketentuan Undang Undang Pajak Penghasilan.

“Itu acuan dari aturan yang berlaku saat ini, jadi setiap pelaku usaha wajib melaporkan. Namun untuk detilnya, terkait aturan khusus untuk online shop ini, masih kita tunggu,” jelas Rendi.

Baca Juga:  Dukung Akselerasi Digital Hulu Migas, SKK Migas Selenggarakan IOC Forum 2022

Terkait penerimaan pajak hingga Agustus yakni sebesar Rp7,843 triliun atau sebesar 49,31% dari target penerimaan pajak 2017 yaitu
Rp15,905 triliun. Dari penerimaan tersebut, lima sektor andalan yakni perdagangan besar & eceran, pertambangan & penggalian, jasa keuangan & asuransi, dan administrasi pemerintahan, konstruksi.#ren

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...