Ultimate magazine theme for WordPress.

Pendaftar Kurban di Masjid Agung Sepi

Sekretaris Panitia Idul Adha Masjid Agung, Syukri

Palembang, BP — Hari Raya Idul Adha menjadi hari dimana umat muslim terutama yang mampu untuk berkurban. Tahun ini, masyarakat yang mendaftar untuk kurban di Masjid Agung terbilang sepi dibandingkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Panitia Idul Adha Masjid Agung Syukri Mascik mengatakan, hingga Selasa (29/8) lalu, pendaftar kurban di Masjid Agung baru sekitar tiga orang. “Biasanya di hari-hari menjelang hari H seperti ini sudah banyak yang daftar, bisa puluhan, sekarang hanya satu ekor kambing dari masyarakat dan dua sapi dari walikota dan gubernur,” katanya.

Baca Juga:  Bersamaan Musim Anak Sekolah, Jumlah Hewan Kurban Cenderung Menurun

Syukri mengatakan, tak banyaknya jumlah pengkurban di Masjid Agung, dimungkinkan lantaran masyarakat lebih memilih berkurban di lingkungannya saja. Namun, pihaknya masih menunggu masyarakat yang ingin berkurban di masjid kebanggaan Palembang itu. “Setelah mendaftar, biasanya masyarakat mengantar hewan kurban sehari sebelum hari H,” terangnya.

Lantaran diperkirakan jumlah pengkurban tidak begitu banyak, maka panitia hanya menyiapkan 1000 kupon. Sementara tahun lalu ada sekitar 2000 kupon, sebab hewan yang dikurbankan pun terbilang banyak. Yakni, 10 ekor sapi termasuk milik presiden dan 23 ekor kambing.

Baca Juga:  Bupati Dodi Reza Minta Pembagian Hewan Kurban Door to Door

“1000 kupon masih estimasi saja, kupon akan dibagikan setelah sapi dan kambing dipotong dan dipilah-pilah. Kita lihat berapa banyak dagingnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, tahun ini pun hewan kurban dari Presiden RI Joko Widodo tidak diberikan ke Masjid Agung, melainkan ke Masjid Taqwa. “Ini sifatnya gantian, jadi tidak hanya di sini saja, sehingga masyarakat yang berhak menerima daging kurban dari sapi presiden adalah di wilayah masjid tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Jembatan Duplikasi Musi II Dibuka

Menurutnya, pihaknya akan melakukan pemotongan hewan kurban pada hari Sabtu (2/9). Sebab, pada hari H merupakan hari Jumat, sehingga pihaknya mempertimbangkan fokus pada shalat Jumat. Ia pun meyakini meskipun tidak di 10 Dzulhijjah, bisa dilakukan di 11-13 Dzulhijjah. #pit

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...