Pilih Hewan Kurban Cukup Usia dan Sehat

47

Palembang, BP — Menjelang hari raya Idul Adha 1435 H pada 1 September mendatang, menjadi moment tersendiri bagi penjual hewan qurban musiman. Masyarakat diimbau berhati-hati ketika membeli hewan kurban karena bisa saja hewan yang dijual sedang dalam keadaan tidak baik atau sakit.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang sapi dan kambing mulai terlihat ramai di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Bay Pass Alang-Alang Lebar, Kuto juga daerah Museum Purbakala Gandus. Pedagang musiman tersebut datang dari berbagai wilayah, dan menghasilkan omset puluhan juta rupiah dari hasil penjualan hewan qurbannya.

Kepala UPTD Kesmavet Laboratorium DP2K, drh. Dessi CM, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di beberapa titik penjualan hewan kurban. Secara umum banyak ditemukan penjual yang menjual hewan kurban yang belum cukup umur, cacat, namun pihaknya belum menemukan penyakit berbahaya pada hewan kurban seperti antraks.

“Memang ada beberapa hewan yang tidak sehat, tapi itu sakit-sakit biasa yang masih bisa kita obati sebelum dijual,” katanya.

Ia mengatakan, meskipun dapat diobati, tetapi pihaknya meminta kepada pedagang tersebut untuk segera memisahkan hewan tersebut agar tidak menyebar ke hewan lainnya. “Untuk hewan yang sakit, kita tandai dengan cat merah. Jadi pembeli dapat melihat kondisi hewan kurban yang akan dibeli. Selain itu, pembeli juga harus teliti dalam membeli hewan kurban,” jelasnya.

Desi mengatakan, berdasarkan syariat agama usia hewan yang pantas untuk dikurbankan yakni 2 tahun, serta sehat dan tidak pincang. “Usia 2 tahun ini ditandai dengan pergantian gigi, jika gigi sapi dibawah usia 2 tahun masih gigi susu, jika diatas 2 tahun sudah bukan gigi susu lagi dan lebih berantakan,” terangnya.

Selain itu, ia menambahakan, sapi yang sehat itu, dilihat dari mata, telinga serta fisiknya. Jika sapi itu terlihat lebih aktif maka dapat dipastikan hewan tersebut sehat, jika hewan tersebut terlihat lesu maka sapi tersebut sakit. “Kalau penyakit, memang ada kami temukan tapi penyakit hewan biasa. Seperti flu atau cacingan. Kalau antrax atau kuku dan mulut, tidak ditemukan di Palembang,” katanya

Salah seorang penjual hewan Kurban, Suparman mengatakan, dirinya menjual sapi lokal yang aman dan sehat. Ia  menjual sapi dengan harga Rp 16 juta untuk bobot sapi sebesar 120 kg. Pihaknya memastikan hewan yang dijual adalah sehat. “Sapi yang kami jual semuanya kami beri makan rumput sehingga aman dan sehat,” katanya.

Untuk harga sapi di pasaran sangat bervariasi sesuai dengan bobot berat sapi. Untuk sapi yang beratnya 90 kg di hargai sebesar Rp 14 juta. Sementara harga kambing cukup bervariasi, mulai dari Rp2 juta – Rp3,5 juta perekornya. Bahkan sampai hari ini dirinya sudah menjual sebanyak 30 sapi kurban, dan paling banyak masyarakat membeli sapi kurban yang beratnya 120 kg.

“Kami menjual khusus sapi lokal yang kami beli dari peternak Lampung,” ujarnya. #Pit