Istri Minta Pembunuh Sopir Taksi Online Dihukum Mati

84

Palembang, BP–Meski masih merasa sakit hati dan geram dengan ulah para pelaku pembunuhan Edwar Limba (35), sopir taksi online, pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.

“Kami hanya berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan apa yang sudah mereka perbuat. Jika perlu hukuman mati,” harap Rosalina (34), istri korban.

Kendati demikian, wanita yang berstatus pegawai negeri sipil di Dinas Perhubungan Kota Palembang ini merasa ingin sekali bertanya langsung kepada para pelaku yang tega menghabisi nyawa suaminya.

“Saya sebenarnya sangat sakit hati dengan pelaku. Tapi mau bagaimana lagi, jika melakukan balas dendam, suami saya juga tak mungkin hidup kembali,” tuturnya.

Namun ia tetap berharap kejadian seperti yang dialami suaminya tersebut tak lagi terulang pada driver-driver taksi online lainnya dan menurutnya setelah dapat informasi penangkapan pelaku, rekan-rekan suaminya ingin sekali membalas perbuatan pelaku.

“Ketika dapat informasi penangkapan itu, rekan seprofesi suami saya sangat geram ingin menemui tersangka. Tapi sekali lagi saya harap pelaku dihukum mati, karena nyawa harus dibayar nyawa,” tandasnya.

Baca:  Polresta Diserbu Driver Taksi Online

Sementara itu hari ini rencananya Kapolda Sumsel Irjen Pol agung Budi Maryoto akan melangsungkan gelar perkara tiga pelaku pembunuh sopir taksi online, Edwar Limba (35) yang ditangkap pada Minggu (27/8) lalu.

Tiga tersangka yang telah ditangkap yakni Aldo, Ari, dan Ucok yang saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk melakukan pengembangan.

Irjen Pol Agung Budi menuturkan, ketiga tersangka akan diekspos di hadapan awak media untuk membeberkan secara gamblang terkait modus operandi serta motif pars pelaku melakukan aksi kejahatan tersebut. “Besok (hari ini-red) diekspos pukul 10.00,” ujarnya, Senin (28/8).

Orang nomor satu di Polda Sumsel ini belum mau mengungkapkan motif pasti pembunuhan terhadap Edwar. Motif dan seluruh kronologi penangkapan terhadap tiga tersangka, semuanya akan diungkapkan saat ekspos di depan Mapolda Sumsel.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga tersangka ditangkap setelah tim melakukan penyelidikan kurang dari sepekan. Awalnya, sebelum penangkapan sempat beredar informasi jika salah seorang pelaku sudah ditangkap.

Baca:  Pengemudi: Kami Hanya Korban

Namun, tidak ada yang mengungkapkan mengenai penangkapan tersebut. Hingga akhirnya, Tim Rimau Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel berhasil menangkap tiga tersangka pembunuh Edwar Limba.

Tiga tersangka yakni Aldo, Ari, serta Ucok. Satu tersangka lain yakni inisial I masih dalam pengejaran polisi. Tim Rimau mengungkap identitas Aldo dari pelacakan nomor ponsel.

Lalu Aldo dipancing keluar dari tempat persembunyiannya dan dapat diringkus di kawasan 16 Ilir. Dari penangkapan Aldo, polisi melakukan pengembangan dan menangkap tersangka Ari dan Ucok di dua tempat berbeda.

Tersangka Aldo dan Ari dilumpuhkan dengan timah panas karena berupaya melarikan diri dari kejaran polisi.

Ketiga tersangka telah merencanakan aksi perampokan tersebut sejak tiga bulan lalu. Tiga hari sebelum kejadian, Ari menghubungi Aldo dan I (DPO) untuk rapat terakhir sebelum melancarkan aksi perampokan menyasar sopir taksi online.

“Malam itu dimatangkan rencana, bawa senjata apa saja, samurai, golok. Saya bilang ke mereka (komplotan-red) kalau melawan dijerat saja,” ujar Ari menirukan Aldo saat diinterogerasi penyidik.

Baca:  Sopir Taksi Online Wajib Punya SIM A Umum

Lalu malam hari saat kejadian, salah satu dari tiga tersangka tersebut memesan jasa sopir taksi online menggunakan nama samaran Rohman di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Hotel Daira minta diantar ke kawasan Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang.

Saat tiba di kawasan tersebut, pelaku langsung melancarkan aksinya menyerang korban saat tengah mengemudikan mobil. Korban dijerat menggunakan kawat besi dan pinggang kirinya ditusuk menggunakan pisau.

Pelaku pun mengambil alih mobil korban dan membuang jasad korban di tempat penemuan mayat. Ketiga tersangka kemudian membawa mobil korban ke rumah tersangka Ucok untuk membersihkan mobil dari bercak darah dan lumpur.

Lalu ketiganya pergi ke Jalan Kol Dani Effendi, RT 14/5, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang dengan maksud untuk disembunyikan sebelum nantinya akan diambil kembali.

Tiga tersangka pulang ke rumah masing-masing setelah membagi hasil rampokan yakni tiga ponsel serta dompet korban. # idz