Ultimate magazine theme for WordPress.

Tugu Belido Jangan Jadi Monumen Kenangan

 

Pengamat sosial, Bagido Togar 

Palembang, BP
Direncanakan Tugu ikan Belido yang dibangun ditepian Sungai Musi sekitar kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) akan diresmikan Presiden RI H Joko Widodo pada bulan september 2017 mendatang.
Pembangunannya dibiayai dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bukit Asam, kabarnya menelan Biaya senilai Rp 3, 3 Milyar, diharapkan jadi ikon baru ibukota provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan di gandrungi oleh publik Palembang khususnya.
Pengamat sosial kota Palembang, Bagindo Togar mengatakan, Ikan Belido adalah species ikan khas Sumsel yang kini sudah langka bahkan nyaris punah.
“Pra Tahun 2000 ikan ini kita tidak begitu sulit untuk memperoleh atau mengkomsumsinya. Tapi beberapa tahun terakhir, kalaupun kita ingin menemukan maupun memakannya..sangat sulit sekaligus harganya sangat mahal. Hanya kelas menengah keatas yg mampu membelinya. Tak heran beberapa tahun kedepan Ikan Belido cuma tinggal cerita yang dilihat oleh generasi mendatang dalam buku-buku, media informasi serta tugu atau patung Ikan Belido,” katanya, Kamis (24/8).
Menurutnya, secara socio kultural Ikan Belido sangat inklusif dalam tradisi adat masyarakat Sumsel, seperti ikan mas dalam adat suku Minang dan Batak, Ikan Gurami di masyarakat Sunda Jawa, Ikan Arwana di Kalimantan dan Papua serta Ikan Koi dalam tradisi rakyat Jepang juga Cina .
“Pemerintah kita, khususnya Pemerintah kota Palembang di gugah juga dituntut peran serta pemahamannya atas pendirian Tugu Belido ini, sehingga bangunan patung ini tidak berhenti sebagai ” monumen kenangan ” dan objek wisata semata, alias tak sarat makna. Tugu tersebut idealnya harus mampu menginisiasi sekaligus memotivasi kita, ketika Tugu itu diresmikan pada saat itu juga pemerintah dan masyarakat untuk bekerja bersama untuk menyusun program gerakan perlindungan, pembudidayaan dan pengembang biakan Ikan Belido di seluruh Pelosok wilayah Sumatera Selatan dengan melibatkan publik secara massiv, systenanle dan partisipasi,” katanya.
Sehingga menurutnya, Ikan Belido sampai kapanpun tak sulit bagi Kita untuk menemukan ataupun mengkomsumsinya.
“Bisa saja, misalnya, pemerintah dan masyarakat sepakat untuk tidak menangkap, memancing, menjala menjual, maupun memakan Ikan Belido paling tidak minimal 5 tahun kedepan berikut sanksi sosial dan hukum yang mengikatnya. Sehingga secara alami perkembangbiakan Belido tidak terganggu. Atau bisa juga melibatkan kalangan Ahli perikanan dari perguruan tinggi untuk melakukan riset-riset yang intensif dgn dukungan CSR dr BUMD lain yang ada di Provinsi Sumsel,” katanya.
Prinsip Pembangunan menurutnya, adalah selalu berkelanjutan dam tentu juga harus bisa dirasakan oleh generasi-generasi kedepan.
“Daerah ini kaya nian akan potensi dan sumber daya alam yang perlu dirawat kelestarian dan keberadaannya oleh kita bersama. Sehingga ” Kekayaan Daerah ” tak hanya tinggal kisah atau nostalgia penghuni kota dimasa datang, selayaknya pemerintah untuk lebih , Serius dan sungguh-sungguh memahami makna serta manfaat Pembangunan yang didirikan di Kota ini,” katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sudirman Tegoeh mengatakan kalau Tugu tersebut diharapkan akan menjadi salah satu destinasi wisata baru di kota Palembang.
“Sekarang ini pembangunan Tugu Belido itu prosesnya sudah mencapai 97 persen, jadi secara fisik sudah selesai seluruhnya. Sekarang ini tinggal pasang lampu, sementara pompa airnya sendiri sudah dipasang hanya saja semprotan airnya belum sesuai dengan yang diinginkan, itu ada dua masalah, apakah aliran untuk sirkulasinya atau nozlenya, ini masih terus dicari solusinya,” katanya ditemui diruang kerjanya, Kamis (24/8).
Menurutnya, pada akhirnya semuanya selesai dan untuk peresmian tugu ini nantinya akan dilaksanakan sekitar akhir September 2017.
Tugu Belido direncanakan akan diresmikan Presiden Joko Widodo bersamaan dengan sejumlah rangkaian kegiatan lainnya seperti peluncuran Sekanak kerihin, gotong royong 500 ribu orang bersamaan kemudian pemekaran kecamatan dan peluncuran robot Asian Games 2018.
Selain itu juga, lanjutnya peluncuran dimulainya pembuatan songket sepanjang 218 meter dengan berbagai motif songket.
Dan pasca pembuatan tugu belido itu ada pembuatan pos jaga dan dermaga selfie dari bantuan dana CSR dari Bank SumselBabel.
“Orang yang datang ke Palembang belum merasa lengkap kalau belum berswafoto di Tugu Belido nantinya seperti halnya kalau ke Singapura di Merlion Park. Dengan begitu diharapkan mereka yang berkunjung ke Palembang semakin banyak pula,” katanya.
Yang penting, makna patung Ikan Belido tersebut adalah salah satu ikan asli Sungai Musi yang mempunyai ekonomis tinggi, Belido sebagai salah satu campuran makan khas Palembang seperti pempek, kemplang dan lainnya yang terkenal lezat.
“Belido itu hidup di air bersih bebas polusi, bebas pencemaran dan bebas dari pembuangan sampah rumah tangga, karena keberadaan Belido semakin lama semakin langka , karena faktor tadi termasuk adanya illegal fishing baik dengan racun dan strum, kita bangun Tugu Ikan Belido ini agar Ikan Belido ini bisa dikembalikan lagi keberadaanya di Sungai Musi jika kondisi sungai kembali bersih, bebas dari pencemaran , karena itu pak Walikota mengajak untuk mengembalikan ikan yang melegenda ini supaya masyarakat dari sekarang menjaga kebersihan lingkungan sungai dengan gotong royong,” katanya.
Dan saat peresmian Tugu Ikan Belido, menurutnya presiden juga akan menebarkan bibit Ikan Belido di Sungai Musi.
“Kedepan Ikan Belido harus ada penangkaran supaya kita tidak tergantung bibitnya dari daerah lain , memang penangkaran Ikan Belido di Indonesia ada di satu tempat Balai Penelitian Ikan Air Tawar Mandi Angin, Kalimantan Selatan ,” katanya.
Kota Palembang menurutnya, sudah ada tempat penangkaran Ikan Belido di Suak Bujang Gandus dan Pulo Kerto tinggal tenaga ahli yang belum ada .
“Jadi patung Ikan Belido ini bukan hanya symbol-simbol tapi mengajak masyarakat untuk melestarikan Ikan Belido,” katanya. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...