Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Sejak Februari 2017, Sumsel Siaga Karhutla

BP/IST
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Iriansyah

Palembang, BP
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Iriansyah mengatakan, Sumsel sudah ditetapkan sebagai wilayah berstatus siaga pada Februari 2017, lebih awal karena untuk pencegahan Karhutla di Sumsel.
“Dari tim satgas Karhutla Sumsel terus melakukan peningkatan koordinasi. Penggunaan cairan bios 44 oleh korem/044 Gapo dan pembuatan kanal blocking oleh polda. Selain tim satgas Siaga Karhutla Sumsel terdiri dari Satgas darat, Satgas Udara, Satgas Penegakan Hukum, Satgas Sosialisas, Satgas Kesehatan dan satgas kabupatan kota,” di sela-sela memimpin rapat dan menerima kunjungan Tim Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Ruang Rapat Posko Satgas Siaga Karhutla, Kamis (24/8).
Dengan upaya yang terstruktur yang dilakukan satgas Karhutla Sumsel, mudah-mudahan Karhutla dengan bencana asap tidak terjadi dengan kerjasama tim pihaknya berharap tidak ada lagi bencana asap di Sumsel, sehingga pelaksanaan Asian Games 2018 bisa terlaksana dengan baik.
Sejak Januari 2017 sampai per 23 Agustus 2017, di Sumsel terpantau 505 hotspot seluruh Sumsel. Ada 8 kabupaten yang menyatakan status siaga per 1 Februari 2017 yang paling tinggi di OKI 85 hotspot dibandingkan pada tahun 2016 ada penurunan hotspot.
Sementara itu Kepala BPBD Kalbar TTA Nyarong mengatakan, metode yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam upaya penanganan Karhutla selama ini ternyata diminati salah satu provinsi yang juga mengalami permasalahan yang sama yakni Kalimantan Barat.
Ketertarikan Kalbar atas metode penanganan karhutla yang dilakukan Sumsel , membuat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Kalbar langsung terbang ke Sumsel untuk belajar.
“Sumsel memiliki 1,2 juta hektar lahan gambut, disamping Riau dan Jambi yang juga memiliki potensi karhutla yang luar bisa. Tapi Sumsel berkat koordinasi yang baik dapat melakukan antisipasi yang sangat baik, dan itu bisa kita contoh,” kata Nyarong di Kantor BPBD Sumsel, Kamis (24/8).
Nyarong juga mengapresiasi, dengan tindak cepat Gubernur Sumsel dalam menetapkan status karhutla di Sumsel.
“Penetapan status darurat karhutla yang dilakukan Gubernur Sumsel sangat baik, sehingga penanganan maupun sosialisasi mampu menjangkau hingga pelosok hutan, tak heran jika banyak posko disekitar lahan gambut dan mineral,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, pembentuk Satgas Karhutla yang dilakukan pemprov Sumsel sangat tepat, sehingga mampu menangani dan mengantisipasi terjadinya Karhutla.
“Seperti yang dilakukan Korem Gapo 044 yang memiliki inovasi lewat produk Bios 44, inilah hulunya penanganan Karhutla. Kita juga akan coba membawa dan mengaplikasikan Bios 44 ini ke Kalbar,” katanya.#adv

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...