Ultimate magazine theme for WordPress.

Sampaikan 8 Tuntutan, Pengemudi Online Kecam Tindakan Intimidasi

BP/DUDY OSKANDAR – Pengemudi transportasi online menggelar demo di halaman Kantor DPRD Sumsel, Rabu (23/8).

Palembang, BP
Ribuan pengemudi transportasi online menggelar demo di halaman Kantor DPRD Sumsel, Rabu (23/8). Aksi damai ini dikawal ratusan aparat kepolisian dari Polresta Palembang. Namun rencana , massa dari Gojek, Grab dan Uber akan bergerak ke Mapolda Sumsel setelah dari DPRD Sumsel batal dilakukan karena tidak diberikan izin aparat kepolisian.
Dalam aksinya, mereka yang tergabung dalam Paguyuban Driver Online Palembang menyampaikan tuntutannya :

1. Mengecam demo anarkis dan sweeping yang dilakukan angkot konvensional 21 Agustus yang tanpa pemberitahuan pada pihak kepolisian

2. Meminta kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap rekan kami driver online ” Edwar Limba” tanggal 22 Agustus sesuai pasal 340 KUHP.

3. Meminta pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap saudara Ahmad Yoseph sebagai driver online kejadian 21 Agustus sehingga mengakibatkan luka luka dan pengrusakan terhadap barang (kendaraan ) KUHP pasal 170 jo Pasal 406.

4. Menuntut pelaku pembuat surat edaran aksi demo anarkis 21 Agustus yang ditandatangani oleh Safrudin Lubis yang mengakibatkan luka-luka terhadap korban dan penggerak demo anarkis kemarin.

Baca Juga:  Ditlantas Polda Sumsel Cek Jalur Pengamanan Tahun Baru

5. Meminta kepada pihak kepolisian untuk selalu melakukan pengamanan sehingga tidak terulang kembali aksi anarkis yang terjadi kemarin berdasarkan Permenhub nomor 26 tahun 2017.

6. Meminta kepada DPRD Sumsel dan gubernur untuk segera membuat Pergub Sumsel yang mengatur tentang transportasi online.

7. Kami atas nama driver yang lebih dari 5000 tersebar di Palembang, meminta kepada perusahaan Gojek, Grab, Uber bertanggungjawab terhadap rekan kami “Edwar Limba” yang menjadi korban pembunuhan tanggal 22 Agustus.

8. Aksi kami adalah aksi damai bukan aksi anarkis. Aksi ini adalah aksi ini adalah bukti solidaritas dan keprihatinan komunitas driver online atas kejadian kemarin dan sudah ditembuskan ke Kepolisian yang diwakilkan oleh Yoyon selaku koordinator aksi “paguyuban driver online Palembang.
Koordinator aksi Yoyon SP mengatakan, aksi ini adalah bentuk solidaritas dan keprihatinan komunitas driver online atas beberapa kejadian yang dialami rekannya. Karena sebelumnya terjadi penyerangan terhadap Ahmad Yoseph oleh sopir Angkot dan pembunuhan Edward Limba.
“Aksi kami aksi damai, bukan aksi anarkis. Kami mengecam semua tindakan terhadap intimidasi dan pembunuhan rekan kami,” kata Yoyon.
Pihaknya menuntut pihak kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus-kasus itu sesuai perundang-undangan. Polisi didesak menangkap Sarifudin Lubis yang membuat surat edaran dan penggerak aksi demo berujung anarkis awal pekan lalu.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Perjuangkan Pos Bantuan Keuangan Daerah OKI

“Kami juga desak DPRD dan Gubernur Sumsel membuat Pergub yang mengatur transportasi online. Karena keberadaan kami sudah resmi sesuai aturan pemerintah,” katanya.
Menurutnya, pengemudi taksi konvensional juga harus mengikuti perkembangan teknologi informasi yang ada karena taksi online lahir dari teknologi informasi yang berkembang dengan pesat.
Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB mengatakan, demo ini merupakan aksi damai dari pengemudi angkutan online.
“ Alhamdulilah tidak ada aksi sweping dari mereka kita monitor dilapangan , semua berjalan tertib,” katanya.
Menurutnya, telah di bentuk tim khusus untuk mengungkap kasus tewasnya driver online, Edwar Limba yang ditemukan di Sembawa, Banyuasin pada Selasa (22/8) kemarin dari Polda Sumsel, Polres Banyuasin dan Polresta Palembang.
“ Insya Allah kita serius mengusut kasus ini mohon doanya semoga bisa terungkap,” katanya.
Dan pihaknya fokus menyelidiki yang berada di TKP baik jenasah dan barang bukti lain.
“Selagi pelaku belum ditangkap kita belum bisa mengetahui motipnya apa, latar belakangnya apa, nanti pelaku tertangkap baru kita mengetahui motipnya,” katanya.
Dalam aksi kali ini pendemo dikawal oleh sebanyak 500 personel dari Polsek IB I, Polresta dan Brimob Polda Sumsel.
Aksi berjalan lancar, satu per satu perwakilan menyampaikan unek-unek. Suara takbir selalu berkumandang dari para pendemo.
Demo akhirnya berakhir pukul 14.09 bersamaan dialog yang lakukan Kapolresta Palembang di ruang banggar DPRD Sumsel.#osk

Baca Juga:  Sopir Angkot Datangi Kantor Gubernur Sumsel Tolak Angkutan Online

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...