Ultimate magazine theme for WordPress.

Lima Saksi Diperiksa

BP/DUDY OSKANDAR
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono dihadapan ratusan driver online yang menggelar aksi solidaritas di gedung DPRD Sumsel, Rabu (23/8)

Lima Saksi Diperiksa

Palembang, BP
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono dihadapan ratusan driver online yang menggelar aksi solidaritas di gedung DPRD Sumsel, Rabu (23/8) mengatakan, kalau Kapolda Sumsel dan jajaran sangar serius dalam menangani mengungkap kasus tewasnya driver online, Edwar Limba yang ditemukan di Sembawa, Banyuasin pada Selasa (22/8) kemarin.
Menurutnya, saat ini pihak kepolisian telah membentuk tim khusus, gabungan dari Polda Sumsel, Polresta Palembang dan Polres Banyuasin untuk mengungkap kasus tersebut.

Untuk itu, pihaknya meminta driver online untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada pihak kepolisian guna pengungkapan kasus meninggalnya Edwar Limba.
“Kami juga mengimbau kepada rekan-rekan driver online untuk tidak gampang terpancing dengan berita berita miring , tidak terbawa emosi berita-berita yang belum tentu benar, baik beredar dikisaran suara dan media sosial atau berita hoaks, mohon rekan-rekan di saring di filter, apa konten-konten berita tersebut, kalau ada berita sifatnya provokasi dan menghasut tolong jangan gampang terpancing, bisa di komunikasikan dengan rekan korlap dan penasehat hukum, kami dari kepolisian siap mengamankan rekan-rekan,” katanya.
Sedangkan Kasubdit I Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudi Markus Pinem didampingi Wadir Intelkam Polda Sumsel AKBP Heri Widagdo mengatakan, kalau tim khusus telah melakukan olah TKP dan ada beberapa bukti yang ditemukan.
“Mungkin dengan olah TKP tadi bukti-bukti yang ada di TKP bisa menunjukkan siapa pelakunya ,” katanya.
Pihaknya, masih melakukan pendalaman dan penyelidikan dan sudah ada lima orang saksi yang diperiksa dalam kasus pencurian dengan pemberatan ini dengan korban Erwar Limba.
“ Berikan kami waktu untuk mengungkapkan kasus ini , tim rimau di dukung tim-tim yang lain akan berkerja semaksimal mungkin mengungkap siapa pelaku , dalang kasus curat yang terjadi, dengan adanya tim gabungan ini pengungkapan kasus lebih cepat,” katanya.
Dia menghimbau, sopir transportasi online berhati-hati dalam melayani pelanggan, jika khawatir maka permintaan tersebut lebih baik di tolak .
“ Kira-kira orangnya mencurigakan , yang tidak sesuai dia penumpang atau butuh bantuan saudara untuk minta diantarkan ke rumahnya, kalau memang orang-orang tersebut mencurigakan , coba kenali orang tersebut, ciri-cirinya sehingga mungkin mereka ini melakukan ini sudah direncanakan terlebih dahulu dan tidak seketika, pasti orang ini pernah menjadi penumpang saudara juga , cuma ini terjadi kepada saudara Edwar Limba, hal ini menjadi pelajaran kita semua agar lebih hati-hati dalam mendapatkan pesanan dan penumpang dan lebih waspada lagi kedepannya,” katanya.
Wadir Intelkam Polda Sumsel AKBP Heri Widagdo mengajak, semua sopir transportasi online berdoa agar kasus ini bisa cepat terungkap dan mohon bantuan semua informasi dan tetap jaga situasi kondusif di Sumsel.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...