Kapolresta Palembang Amankan Jalur Kendaraan Sopir Transportasi Online

138

BP/DUDY OSKANDAR
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat mengamankan aksi demo sopir transportasi online di DPRD Sumsel, Rabu (23/8).

Kapolresta Palembang Amankan Jalur
Kendaraan Sopir Transportasi Online

Palembang, BP
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan kalau pihaknya sejak kemarin sudah menerjunkan anggota kepolisian yang berpakaian dinas dan pakaian preman untuk mengamankan jalur-jalur kendaraan yang dilalui sopir transportasi online di kota Palembang.
“Kita minta sopir transportasi online juga waspada dalam menerima order, apalagi kalau sudah malam hari,” katanya ketika ditemui di DPRD Sumsel saat mengamankan aksi demo sopir transportasi online di DPRD Sumsel, Rabu (23/8).
Sedangkan Yoyon SP, koordinator aksi demo sopir transportasi online di DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (23/8) mengatakan, Mahkamah Agung membatalkan sejumlah poin terkait pengoperasian taksi online. Yoyon meminta segenap pihak untuk mematuhi keputusan tersebut.
“Aturan taksi online ini langsung dari pusat dan kami mematuhi aturan tersebut,” kata Yoyon.
Selain itu, Yoyon meminta polisi mengusut tuntas kekerasan yang terjadi pada Selasa (22/8) . Korban bernama Edward Limbo, (35). Jenazah ditemukan warga Desa Lalang Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Menurut Yoyon, Edward merupakan warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kota Palembang. Yoyon mengaku sebagai teman dari Edward.
Yoyon bercerita, sekira pukul 20.00 , Edward mendapat pesanan untuk mengantarkan penumpang ke Desa Mainan, Banyuasin. Saat itu, Edward berada di rumahnya di Lorong Kedukan.
“Korban tertarik menerimanya karena tarifnya cukup tinggi sekitar Rp213 ribu,” kata Yoyon.
Edward kemudian memacu mobil Toyota Avanzanya menuju lokasi. Edward mengangkut penumpang di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Namun Edward tak tiba di tujuan.
Keesokan paginya, warga Desa Lalang Sembawa menemukan jenazah Edward di rerumputan pinggir jalan. Saat ditemukan, tubuh Edward penuh luka. Terdapat tali yang diduga menjerat lehernya. Sedangkan mobilnya ditemukan di Jalan Talang Betutu yang berjarak kurang lebih 3 km dari jenazah.
“Untuk saat ini kami berusaha menahan diri agar suasana tak semakin keruh,” kata Yoyon.#osk