Ultimate magazine theme for WordPress.

Tunggakan Iuran Tembus Rp53 Miliar

Peserta JKN-KIS Belum Capai Target
 
BP/RIO BPJS Cabang Palembang menggelar public expose capaian Program JKN-KIS

Palembang, BP

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Palembang yang mencakup Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir sampai 2017 ini ternyata memiliki banyak PR. Dimana hingga kini masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang menunggak iuran.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Diah Sofiawati mengatakan, jumlah peserta yang menunggak iuran mencapai 200 ribu orang untuk di wilayah cakupan BPJS Kesehatan Cabang Palembang dengan jumlah tunggakan yang cukup besar.
“Tunggakan ini sudah berjalan sejak 2014 lalu, di mana hingga 2017 ini jumlah tunggakan mencapai Rp53 miliar,” kata Diah, Selasa (22/8).
Selain itu, masih dikatakan Diah, secara nasional jumlah proyeksi penduduk capaian Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan khusus di wilayah cakupan Palembang juga menjadi PR, karena saat ini belum mencapai target.
“Untuk di BPJS Cabang Palembang baru mencapai 60 persen dan kita masih ada PR sebesar 10 persen lagi. Meski begitu, di akhir 2017 yang tinggal tiga bulan ini kita optimisi bisa mencapai 70 persen capaian program JKN-KIS,” jelas dia.
Menurut Diah, belum tercapainya program JKN-KIS tersebut memiliki banyak faktor. Dimana masyarakat masih rendah untuk membayar sehingga harus dibantu Pemerintah. Kemudian di wilayah cakupan BPJS Cabang Palembang ini aksesnya memiliki tantangan yang cukup jauh untuk mendaftar kepesertaan. Misalnya di OKI.
“Kita belum mencapai 70 persen untuk kepesertaan. Tapi kita sudah membuka layanan untuk mempermudah, namun kebanyakan mereka itu tadi tak mampu untuk membayar dan ini merupakan peran penting Pemda,” ungkapnya.
Untuk mencapai target, sambung dia, pihaknya melakukan perluasan kanal pendaftaran demi mempermudah masyarakat dalam mendaftarkan diri dan anggota keluarga sebagai peseta program JKN-KIS untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan.
“Perluasan kanal pendaftaran melalui mitra kerja juga tengah dikembangkan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan, seperti di mall dan lainnya. Jadi masyarakat tak perlu antre di Kantor BPJS,” ujarnya.
Selain itu, dilanjutkannya, masyarakat juga bisa melakukan pendaftaran di Kantor Cabang, Kantor Layanan Operasional Kabupaten/Kota, Website dan bank mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, seperti melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400.
“Kita juga mengembangkan pendaftaran melalui Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, Kantor Kecamatan, pendafataran melalui PPOB/mitra kerja BPJS Kesehatan melalui Kader KJN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN,” pungkasnya. #rio
Baca Juga:  Urus Perizinan Harus Pakai BPJS Kesehatan, Mgs Syaiful Padli : " Ini Adalah Sebuah Kezholiman "
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...