Ultimate magazine theme for WordPress.

Santri Pesantren Ikut Lomba Kitab Kuning

Palembang, BP

BP/FERLY MARISON
LOMBA-Suasana lomba pembacaan kitab kuning di Aula DPW PKS Sumsel, Minggu (20/8).

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar perlombaan babak penyisihan Baca Kitab Kuning II Tingkat Nasional 2017 di aula DPW PKS Sumsel, Minggu (20/8). Kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan RI diikuti 17 peserta dari pondok pesantren di Sumsel.

“Karena para ulama yang dulu berjuang membebaskan republik ini sering memberikan arahan pada masyarakat agar mengkaji kitab kuning, artinya kita ingin mewariskan semangat itu,” kata Ketua DPW PKS Sumsel Erza Saladin.

Baca Juga:  Desak Cabut IMB Hotel Ibis

Selain itu pihaknya mengapresiasi fungsi dan peran pondok pesantren (Ponpes) baik ponpes yang dikatakan modern maupun tradisional, semua itu berusaha untuk memberikan kontribusi yang ada.

“Secara institusi Fraksi DPR RI meminta partisipasi fraksi-fraksi kabupaten kota dan provinsi untuk melaksanakan kegiatan seperti ini,” katanya.

Sedangkan ketua pengarah kegiatan M Barli mengatakan jumlah peserta 17 orang yang merupakan perwakilan seluruh ponpes di Sumsel. Pendaftaran sendiri dibukan tiga pekan lalu di mana DPD PKS menyambangi Ponpes di wilayah mereka untuk ikut kegiatan ini.

Baca Juga:  Pastikan Capaian Target , SKK Migas Gelar Drilling Summit 2022

Kata dia, pemenang akan bertanding di Fraksi DPR RI di Jakarta dengan biaya dan akomodasi ditanggung untuk juara pertama satu sampai tiga. Namun yang berangkat ke Jakarta hanya juara pertama.

“Kitab kuning itu banyak ada kitab fiqih, akidah, sunnah, hadist, dan terutama Kitab Fadlul Muin juga diperlombakan sesuai perintah DPP PKS,” katanya.

Baca Juga:  Turut Andil Pembangunan Desa, Bina Darma Sebar Mahasiswa KKN

Sedangkan Juri perlombaan Dr M Husnul Amin Lc mengatakan, dalam perlombaan ini ada empat kriteria yang dinilai membaca teks arab dengan aturannya, kelancaran membaca teks arab, mengetahui apa yang dibaca dan etika berbicara dan komunikasi.

“Nilai tertinggi tiga orang akan kita uji lagi siapa yang juara inilah yang kita ikutkan secara nasional,” jelas dia.

#fer

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...