Ultimate magazine theme for WordPress.

Remaja Rentan Terpengaruh Narkoba

Sosialisasi Anti-Narkoba TP PKK Sumsel

Ketua TP PKK Sumsel Hj Eliza Alex dan Duta Anti-Narkoba Sumsel Hj Lury Elza Alex beserta siswa, guru, dan walimurid SMA Negeri 22 Palembang berfoto dengan tangan di atas seraya mengembangkan telapak tangan pertanda menolak narkoba.

Palembang, BP

Berbahayanya dampak narkoba bagi masa depan negeri, maka Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Selatan terus melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan termasuk kepada siswa dan remaja di sekolah dengan menggandeng BNNP Sumsel, Duta Anti Narkoba Sumsel dan beberapa instansi terkait.

 

Sosialisasi kepada siswa yang masih dalam taraf usia remaja kali ini dilakukan di SMA Negeri 22 Palembang di Talang Kelapa, Sabtu (19/8). Kegiatan pembekalan Anti Narkoba ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan wali murid.

 

Ketua TP PKK Sumsel Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba mesti dilakukan dari tingkat bawah, yakni pelajar. Banyak faktor penyalahgunaan narkoba seperti faktor individu dan lingkungan. Kalau individu biasanya karena rasa ingin tahu dan mencoba, keinginan untuk diterima di kelompok itu dan mode serta faktor yang terpengaruh sekali di lingkungan yang mengedarkan narkoba.

Baca Juga:  Kembangkan Kerajinan Berbasis Potensi Lokal

 

“Penggunaan narkoba ini sebagian besar dilakukan ramaja sementara upaya yang telah dilakukan orangtua cenderung tidak didengar oleh remaja,” ujarnya.

 

Dia menilai, penyalahgunaan narkoba bagi remaja terpengaruh juga akibat kurang komunikasi yang kurang baik antar keluarga. Maka, dihadirkan pula orangtua dalam penyuluhan ini, agar mereka juga mendapatkan pembekalan. “Melihat kenyataan ini, Tim PKK Provinsi Sumsel sangat peduli sekali terhadap bahayanya narkoba kepada anak-anak, karena itulah dilakukan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba,” jelasnya.

 

Duta Anti Narkoba Provinsi Sumsel Lury Elza Alex mengatakan, bahayanya narkoba bagi masa depan negeri dapat dicegah dengan remaja yang memiliki benteng kuat terhadap penolakan pada narkoba. Maka, pemberian bekal pengetahuan bahwa narkoba itu sangat berbahaya, perlu dilakukan sejak dini.

Baca Juga:  IMT Perkenalkan Wisata Sumsel

 

“Saat ini Sumsel berada di urutan ke-21 provinsi darurat narkoba dan Palembang urutan pertama kota penyalahgunaan narkoba. Artinya, kita sudah darurat, maka aksi kita merentas peredaran narkoba mesti dilakukan sekarang juga dengan memberi pemahaman kepada remaja. Sementara sesungguhnya, narkoba itu menyasar tak hanya remaja, tetapi juga dewasa dan orangtua,” jelasnya.

 

Sebagai Duta Anti Narkoba, beberapa tahun lalu, ia pernah menyaksikan orang yang over dosis dan meninggal akibat narkoba. Hal inilah yang memberikan hikmah mengapa ia tidak pernah ingin coba-coba dengan barang haram tersebut. “Nah, jadi para siswa yang punya sejuta mimpi ini, jangan pernah mencoba-coba menggunakan narkoba, selain merusak jiwa dan badan, juga dipastikan masa depan akan suram,” terangnya.

 

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Kusmaneti mengatakan, saat ini BNN Sumsel terus menggalakkan sosialisasi untuk mengajak masyarakat Sumsel, agar lebih peduli untuk bersama-sama melakukan pencegahan. “Terutama remaja yang merupakan generasi penerus, jangan sampai melakukan kesalahan yakni menggunakan narkoba,” katanya.

Baca Juga:  Eliza Dorong Pagaralam Jadi Agrowisata Petik Jeruk

 

Ia mengatakan, saat ini, jenis narkoba yang banyak digunakan adalah ganja, sabu dan extasi. Ketiganya sangat berbahaya bagi fungsi otak dan tubuh. Dijelaskannya, narkoba memiliki tiga sifat jahat yang dapat membelenggu penggunanya. Pertama, sifat habitual. Dimana, pemakai narkoba akan selalu teringat (seeking) sehingga membuat ia mencari, memiliki dan memakainya.

 

Kedua, bersifat adiktif. Narkoba, dalam membuat pemakainya terpaksa memakai terus dan tidak dapat menghentikannya (ketergantungan). “Ketiga, sifat toleran. Sifat ini yang membuat tubuh pemakainnya semakin lama semakin menyatu dengan narkoba sehingga menuntut dosis pemakaian yang semakin tinggi,” terangnya.#adv

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...