Ultimate magazine theme for WordPress.

Tiga Hari, 170 Hektar Lahan Terbakar di Sumsel

Palembang, BP
Dalam tiga hari terakhir, 170 hektare lahan mineral dan gambut terbakar di wilayah Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel). Lahan yang terbakar tepat berada disebelah Posko Karhutla di Pamulutan Ogan Ilir. Untuk itu, Pemprov Sumsel meminta tim satgas karhutla besinergi melakukan pemadaman agar kebakaran tidak terus terjadi dan meluas.
Staff Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanggulangan Bencana Alam, Yulizar Dinotto mengatakan, dirinya sangat menyayangkan terjadinya kebakaran tiga hari terakhir yang menyebabkan 170 hektare lahan terbakar.
Atas peristiwa itu, Notto meminta semua pihak bekerjasama untuk memadamkan api dan memastikan agar tidak lagi ada lahan yang terbakar. Termasuk kerjasama dengan perusahaan dan HTI di Sumsel.
“Lahan terbakar di Ogan Ilir ini berada dekat di Posko Karhutla, ini malu kita. Jadi, semua yang masuk dalam satgas tidak butuh MoU dengan HTI dan perilusahaan lagi, karena sekarang waktunya bekerjasama seluruh instansi bagaimana agar tidak ada lahan maupun hutan yang terbakar,” kata  Notto saat memimpin rapat satgas siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Posko Karhutla BPBD Sumsel, Selasa (8/8).
Untuk itu, Notto meminta pihak terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ogan Ilir untuk mencari dan membuka data siapa pemilik tanah yang lahannya kebakar untuk mengetahui penyababnya, karena tidak mungkin lahan itu terbakar tiba-tiba tanpa ada penyebab yang jelas.
Menurutnya, dengan mencari dan membuka data pemilik lahan akan memudahkan penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian dalam mengungkap penyebab kebakaran apakah disengaja atau tidak. Karena, tidak mungkin lahan seluas 170 hektare yang terbakat tidak ada yang memilikinya.
“Saya minta BPN Kabupaten OI coba cari dan kumpulkan data siapa pemilik lahan yang terbakar ini, agar Polisi mudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran kemarin (5-7 Agustus 2017). Jadi jelas nanti apa penyebabnya, apakah lahan ini sengaja dibakar atau tidak,” katanya.
Selain itu, atas instruksi Gubernur Sumsel Alex Noerdin, dirinya meminta seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten OI dikumpulkan di Posko Karhutla untuk mendapatkan arahan langsung dari tim satgas karhutla. Karena menurutnya, jika semua pihak bekerja sendiri-sendiri tidak akan menuntaskan persoalan karhutla di Sumsel.
Nantinya, dikhawatirkan jika terus terjadi kebakaran akan berdampak pada penerbangan di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Hal ini dikarenakan Ogan Ilir berbatasan langsung dengan Palembang dan arah angin yang menuju dari Ogan Ilir ke Bandara SMB II Palembang.
“Kalau di OI terbakar, ini bahaya. Karena nanti akan berdampak pada penerbangan di bandara SMB II Palembang. Kenapa, Karena arah angin itu datang dari wilayah OI dan ini sangat dekat posisinya,” kata Notto.
Sementara itu tiga orang telah ditetapkan jajaran Polda Sumsel  sebagai tersangka kasus pembakar lahan dengan barang bukti berupa alat untuk membakar dan keterangan saksi.

Kabag Binlatops Polda Sumsel Adi Herfanus mengatakan, berkas satu orang tersangka di Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah dinyatakan P21 (lengkap) dan akan dilanjutkan ke pengadilan. 

Sedangkan dua orang lainnya berasal dari Kabupaten Ogan Ilir dan berkasnya masih berstatus P19 (tahap penyidikan pertama).

“Ketiga orang ini ditetapkan sebagai tersangka karena bukti-bukti memang mengarah kepada mereka. Ada keterangan saksi yang melihat, ada alat untuk membakarnya di lokasi kejadian seperti korek api, dan tersangkanya sendiri berada di sana,” katanya.

Ia mengatakan penindakan tegas ini dilakukan untuk memberikan efek jera ke pelaku dan memberikan dampak ke masyarakat sekitar. Selama ini, masyarakat memiliki kebiasaan membakar untuk membuka areal pertanian baru.

Edukasi ke masyarakat kerap dilakukan namun masih ada saja oknum yang tidak menaati peraturan.

“Baru-baru ini kami malah menempelkan striker peringatan jangan membakar lahan di pintu-pintu rumah warga, tapi bukan berarti kejahatan ini langsung lenyap begitu saja,” katanya. 

Malahan, polisi yang bertugas di lapangan mendapati modus baru dalam membakar lahan yakni setelah menebas sebagian rumput kering kemudian dikumpulkan untuk dibakar, pelakunya langsung kabur.

Oleh karena itu, apa yang diinstruksikan Kapolda Sumsel untuk melaporkan pemilik lahan yang lahannya terbakar terbilang cukup efektif sebagai upaya penindakan.

“Kapolda sudah mengatakan pemilik lahan yang lahannya terbakar akan diperiksa, ini salah satu penyebabkan,” katanya.

Selain itu, bukan hanya pemilik lahan, Kepolisian juga akan memeriksa kepala desa terkait mengingat di beberapa lokasi justru karhutla terjadi karena ada `main mata` antara kepala desa dan pemilik lahan. 

Atau, dia melanjutkan, ada juga kejadian karena warga yang dendam dengan kepala desa karena yang bersangkutan melarang pembukaan lahan baru. 

“Ke depan, kami menunggu langkah cepat dari pemerintah untuk mendata pemilik-pemilik lahan yang selama ini lahannya terbakar. Ini untuk memudahkan penindakan dengan cara pendekatan hukum,” katanya.#osk
Baca Juga:  Meski Idul Adha , Satgas Karhutla Tetap Padamkam Api
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...