Tinjau Kembali SOP Pekerja LRT Palembang

29

Waskita Karya Lakukan Evaluasi
Palembang, BP — Sesuai arahan dari Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, selaku kontraktor PT Waskita Karya (Persero) diminta mendetailkan kembali bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk keamanan pekerja proyek kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengaku, sesuai dengan arahan Gubernur Sumsel bahwa Waskita Karya harus mendetailkan bagaimana SOP para pekerja LRT. Terutama dalam keselamatan atau safety first.
Gubernur minta saya tinjau SOP, harus mengedepankan safety first, bagaimana APD (alat pelindung diri-red) yang dipakai pekerja. Gubernur tidak mau dalam pembangunan LRT ini memiliki efek negatif dengan kejadian seperti ini. Ini harus menjadi bahan evaluasi bagi Waskita Karya,” tegas Nasrun, Sabtu (5/8).
Ditambahkan Nasrun yang juga sebagai Ketua Project Management Unit (PMU) LRT Sumsel, untuk itu pihaknya meminta kepada PT Waskita Karya agar lebih menekankan SOP para pekerja LRT.
“Waskita harus lebih menekankan SOP, dikarenakan dengan kredibilitas BUMN yang besar sedang menangani proyek. Saya sebagai Kadishub secara tegas agar Waskita tinjau kembali SOP-nya,” ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Proyek Utama LRT Sumsel PT Waskita Karya Masudi mengatakan, berdasarkan ketentuan seharusnya memang para pekerja memiliki SOP yakni menggunakan APD selama memasuki area proyek.
“Sebenarnya kedua pekerja kita yang tewas terjatuh di proyek LRT itu menggunakan APD dan itu menjadi barang bukti yang disita kepolisian saat ini,” jelas dia.
Namun, sambungnya, untuk pengawasan kerja sendiri saat kejadian memang tidak maksimal. Pengawas yang bertugas dalam pekerjaan itu, pada saat kejadian tidak melihat karena berada diatas tangga menuju ke atas pilar dimana kedua pekerja bertugas sebelum terjatuh.
“Kekurangan kita dalam hal pengawasan. Masalahnya adalah dalam hal pengawasan, sehingga saat kejadian tidak ada saksi yang jelas melihat jatuhnya kedua pekerja kita,” katanya.
Diketahui sebelumnya, pada Jumat (4/8) dini hari, dua pekerja LRT asal Cirebon, yakni Tari (37) dan Amir (35) terjatuh saat berusaha menggapai material ke atas pilar. Akibatnya kedua pekerja meninggal.
“Sebetulnya pengawasan ini sangat mudah. Karena kita pakai tangga, harusnya memang ada semacam penjaga atau satpam di area tangga. Sehingga pekerja sebelum naik keatas proyek harus diperiksa kelengkapan APD-nya,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, Waskita Karya sebenarnya sudah memberlakukan punishment untuk pekerja yang tak melengkapi APD dan imbauannya sudah dipasang di sepanjang proyek. Kini, pihaknya tengah melakukan evaluasi untuk penggunaan APD bagi pekerja.
“Saat ini, kami memberikan penekanan dalam hal safety first seperti apa kepada pekerja,” pungkasnya. #rio
Baca:  SKPD Harus Jadi Mitra Kerja TP-PKK