Ultimate magazine theme for WordPress.

Alex Sudah Ingatkan Warga Jangan Huni Lokasi LRT

Palembang, BP

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta lokasi pembangunan kereta api ringan (light right transit/LRT) steril dari pemukiman warga.

“Seharusnya tempat pembangunan ini steril, apalagi jarak tiang dan rumah itu dekat sekali,” katanya saat memantau lokasi robohnya dua crane dan steel box LRT, yang menimpa rumah warga di Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring, Palembang, Selasa (1/8).

Menurut dia, sebelum proyek pembangunan LRT dimulai, ia sudah mengimbau warga yang berada di sekitar pembangunan agar mengosongkan wilayah tersebut sampai pengerjaan proyek selesai. Namun, sebagian warga tetap menempati rumah mereka dengan alasan ingin menjaga harta bendanya.

“Prosedurnya sudah dari awal dikosongkan. Saya juga sudah melakukan koordinasi dengan Lurah, Koramil, dan Polsek setempat agar pada saat pelaksanaan dapat dikosongkan semuanya,” jelas Alex.

Ia menyayangkan masih ada warga masyarakat yang bermukim di daerah sekitar pembangungan LRT. Pembangunan ini sudah berjalan 1,5 tahun di tengah kota dan baru kali ini ada musibah.

“Artinya mereka (pekerja-red) sudah bekerja dengan sangat baik. Musibah ini bisa terjadi kapan saja. Saya berharap agar peristiwa ini tidak terjadi lagi. Korban sudah pulang, hanya lecet saja. Kita juga minta agar ini segera dievaluasi, jangan sampai terjadi lagi,” harap Alex.

Baca Juga:  “Peran Humas Bukan Lagi Hanya Sekedar Juru Bicara”

Pantauan di lokasi kejadian kemarin pagi, tiang pengangkat girder (balok di antara dua penyangga di jembatan atau flyover –red), yang ada crane tersebut patah. Begitu juga girder yang hendak dipasangkan pada tiang penyangga LRT, masih belum dievakuasi.

Selain merusak rumah warga sekitar, setidaknya ada delapan warga yang dilarikan ke rumah sakit karena terluka. Sementara enam pekerja LRT diamankan di Polresta Palembang untuk dimintai keterangan.

Kabid Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sumsel, Aprian mengatakan, analisa awal robohnya crane di lokasi pembangunan LRT zona 4 simpang Jakabaring, akibat tidak seimbangnya kedua crane ketika mengangkat girder baja (steel box).

Dijelaskannya, berat girder yang diangkat 40 ton. Diangkat oleh dua crane dengan kapasitas 70 ton per unit. Selain itu, kontur tanah yang tidak padat juga disebut menjadi penyebabnya. “Namun kita tunggu dulu dari Puslabfor Polda tentang analisa penyebab kejadian, yang sesungguhnya,” katanya.

Baca Juga:  Janda Muda di Palembang Jual Narkoba Lewat Medsos

Untuk perawatan dan kerugian, semua akan ditanggung oleh kontraktor, PT Waskita Karya (Persero). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Sebab itu di luar kekuasan pihaknya. “Kami meminta maaf atas musibah yang terjadi. Sebab kita susah bekerja baik, namun musibah ini bukan keinginan kami,” kata Nasrun.

Menurutnya, kejadian tersebut bermula saat pelaksanaan lifting girder di area P.672 dan P.674 di lokasi kejadian. Ketika pengangkatan steel girder tahap kedua untuk menyambungkan, di mana setengah bagian lagi sudah di atas temporary support dan P.674.

“Saat lifting steel box diturunkan menggunakan dua crane, yang akan diletakan antara temporary support dan P.672. Saat posisi kurang dari 30 cm, salah satu crane mengalami ambles tanah,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut dia, mengakibatkan ketidakseimbangan antara dua crane yang menyebabkan boom (belalai) salah satu crane patah dan membuat crane lainnya terguling, sehingga steel box girder jatuh mengenai rumah warga dan mengakibatkan beberapa orang luka ringan.

Baca Juga:  Yayasan Masjid Agung Palembang Terima Bantuan Satu Ton Beras dari Alex Noerdin

Ia menambahkan, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan pihak  kepolisian dan di lokasi kejadian juga tengah dilakukan evakuasi. Untuk korban dan kerusakan bangunan akan ditanggung penuh oleh Waskita.

“Para korban diberikan biaya pengobatan sampai sembuh dan kerugian akan diganti. Ini sudah komitmen dari Waskita. Jadi korban harus dipastikan sampai oke,” tegas Nasrun.

Sementara itu, Kepala Proyek Utama Pembangunan LRT Marsudi menambahkan, pihaknya akan menyelesaikan semua kendala yang terjadi ini. Untuk kerugian atas kejadian tersebut masih dalam proses perhitungan. Sebab ini dihitung secara material dan imaterial.

“Kami juga telah menyampaikan kepada korban, jika tak ada tempat tinggal, kita siap mencarikan tempat tinggal sementara hingga perbaikan di lokasi selesai. Namun, tadi saat berjumpa korban memilih tinggal di rumah saudaranya,” pungkasnya. #rio/osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...