Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Sekolah di Muba Sejajar Sekolah di Negara Maju

Jakarta, BP

Empat sekolah di Kabupaten Musi Banyuasin setingkat SD dan SMP di Babat Toman dan Sungai Lilin menyandang predikat Sekolah Rujukan Berstandar Internasional.

Keempat sekolah ini akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar berbasis e-learning yang bersifat global.

Posisi pengajaran seperti ini membuat sekolah di Muba sejajar secara mutu dan kualitas dengan 130 negara maju di dunia.

Kepercayaan dunia pendidikan di Muba, yang diberikan oleh Putra Sampoerna Foundation (PSF) dan Schoology Asia ini menambah moncernya penyikapan pendidikan sejak 2004.

Di mana Muba sudah menggratiskan pendidikan meski APBD Muba masih di bawah satu triliun rupiah.

Sekolah Rujukan dengan Standar Internasional kali ini disandang sekolah pelosok di Muba, yakni SD Negeri 1 Babat Toman dan SD Negeri 1 Sungai Lilin, serta dua Sekolah Menengah Pertama yaitu SMP Negeri 1 Babat Toman dan SMP Negeri 1 Sungai Lilin.

Muba satu-satunya kabupaten di Indonesia yang ditunjuk untuk menjadi Sekolah Rujukan Berstandar Internasional.

“Empat sekolah yang dipilih ini dinilai tim verifikasi untuk menjadi Sekolah Rujukan Berstandar Internasional dan nantinya akan mengimbaskan program ke sekolah lainnya di Muba,” ujar Senior Director PSF, Elan Merdy di sela Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU- Memorandum of Understanding) antara Kabupaten Musi Banyuasin, SU, dan Schoology di Sampoerna Strategic Square, Lt 3a Function Room Jakarta, Senin (31/7).

Baca:  Penurunan Tarif Listrik MEP dan MVC Kado Istimewa Warga Muba di HUT ke 65 Muba

Elan yang sejak 2004 lalu menggandeng SMA 2 Unggul Sekayu tahu betul anak-anak di Muba banyak memiliki potensi. Terlebih di bidang sains. Mereka harus difasilitasi dengan baik oleh pemerintah untuk menunjang sistem pembelajarannya.

“Dengan implementasi sistem e-learning atau digital nantinya sekolah-sekolah di Muba tentu akan lebih baik karena akan mencetak generasi pelajar yang berkompetensi global serta sejajar dengan pendidikan di 130 negara maju,” terangnya.

Dijelaskan, sistem digital yang diterapkan mengarahkan guru dan siswa untuk mengikuti perkembangan teknologi serta mengenalkan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Math).

Selain itu juga akan diterapkan pendidikan Bahasa Inggris ke dalam sistem pendidikan di Muba.

“Ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas sekolah secara intensif melalui pendekatan komprehensif dan kolaboratif untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel,” jelas Elan.

Kerja sama Lighthouse School Program (LSP) atau rujukan ini sudah diterapkan di 130 negara maju diantaranya di Margareth River School Australia dan Cempaka School Malaysia.

Baca:  Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus

“Kami berkeyakinan ke depan generasi pelajar di Muba akan lebih banyak lagi yang mampu bersaing di tingkat internasional dengan bekal ilmu yang diperoleh dari kerjasama LSP dan Pemkab Muba ini,” jelasnya.

Elan mengapresiasi Bupati Muba sebab saat ini di Indonesia masih minim kepala daerah yang fokus dan komitmen menerapkan sistem pembelajaran digital di sekolah-sekolah.

“Saya lihat Pemkab Muba sangat serius untuk mengimplementasikan LSP ini, tidak hanya ceremonial kerjasama saja tapi tindaklanjutnya sangat dikejar untuk segera diterapkan sekolah-sekolah di Muba,” bebernya.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin menuturkan bahwa langkah ini berperan strategis untuk membantu mencetak generasi masa depan MUBA dengan kompetensi global.

“Kami melihat selama ini pelajar dan pendidik di daerah kurang banyak mendapatkan pengalaman langsung seperti apa pendidikan di negara lain, terutama negara maju. Berbagai program pendidikan yang kami susun di Musi Banyuasin bersama dengan Sampoerna University bertujuan agar masyarakat kami siap menghadapi persaingan global serta dapat memberikan dampak kemajuan ekonomi dan sosial bagi daerah secara berkelanjutan,” ujar Dodi.

Ia menambahkan, selama ini dunia pendidikan lebih banyak berkutat dengan perbaikan fasilitas pembangunan, sementara kualitas pendidikan dikesampingkan.

Baca:  Wabup Sampaikan 3 Raperda Usulan Pemkab Muba ke DPRD

“Selama ini kita sudah menerapkan sekolah gratis, nah ke depan kita tidak fokus lagi dengan ini tetapi lebih menekankan peningkatan kualitas SDM dan pelajar di Muba yang berwawasan internasional,” tegasnya.

Dikatakan Dodi, dengan sistem pembelajaran digital di Muba bisa memacu motivasi pelajar untuk terus berinovasi dan bisa mensejajarkan pendidikan Kabupaten Muba dengan negara-negara berkembang.

“Pada 2014 lalu pelajar di Muba dari SMA Negeri 2 Sekayu yakni Moza dan Anjani meraih juara III International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 di Los Angeles. Nah ke depan setelah menjajaki kerjasama Lighthouse School Program ini diharapkan akan banyak lagi pelajar di Muba yang berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Muba,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Syafaruddin, Kepala BPKAD Mirwan Susanto, Kabag Hukum Yudi Herzandi, Senior Director PSF Elan Merdy, Director PSF Gusman Yahya, dan Managing Director Schoology Asia, Dr Rizal Hamzah. #arf 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...