Home / Headline / Pungli di Lapas Banyuasin, Polda Periksa Sipir S

Pungli di Lapas Banyuasin, Polda Periksa Sipir S

Palembang, BP
Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto menegaskan akan memproses hukum oknum sipir apabila terbukti melakukan pungutan liar (pungli) di Lapas Narkotika Kelas III Palembang di Sukomoro, Kabupaten Banyuasin. Seperti diketahui hal tersebut menyebabkan kerusuhan demo para warga binaan pada Kamis (6/7) lalu.
Agung berujar, sementara ini kerusuhan yang terjadi diduga karena adanya pungutan liar yang dilakukan oleh sipir. Dirinya menjelaskan, ada tiga shift penjagaan didalam Lapas tersebut, yakni shift A, B dan C. Salah satu oknum sipir Shift B, yakni inisial S, dilaporkan oleh para warga binaan memiliki kebiasaan melakukan pungli untuk berbagai aktivitas yang dilakukan warga binaan di dalam lapas itu
“Shift B ini memanfaatkan jabatan. Dijenguk keluarga ada bayarannya, pasang kipas angin juga bayar. Pinjam telepon juga ada hitungan bayarannya. Yang dimaksud yakni sipir berinisial S,” ujarnya, Jumat (7/7).
Ia menerangkan, sipir itu memiliki jabatan sebagai Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Kelas III Palembang dan saat ini sedang diperiksa. “Jika benar didapati adanya bukti pungli ini maka kita akan proses hukum,” tegasnha.
Selain sipir berinisial S itu, pihaknya akan memeriksa juga tim tujuh orang sipir yang masuk dalam shift B tersebut. Ditegaskan Agung, saat ini kasus pungli yang terjadi di Sumsel benar-benar menjadi prioritas bagi Polda Sumsel untuk diungkap.
Sementara terkait kondusifitas di Lapas, Agung berujar, para warga binaan langsung ditenangkan setelah personil kepolisian dan TNI datang dengan sigap.
“Saat kejadian, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan TNI. Tim Arhanud dengan cepat langsung ke Lapas untuk membantu mengamankan, kata Agung.
Ia menerangkan, kecepatan tanggap antara koordinasi Polri dan TNI ini sangat pantas di apresiasi. Menurutnya, kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Palembang ini tidak separah kejadian di Rutan Pekanbaru karena koordinasi antarinstansi berjalan dengan baik.
“Kedatangan kita langsung membuat suasana cooling down. Warga binaan di dalam Lapas bisa ditenangkan dan suasana langsung kondusif,” kata dia.
Sementara itu, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum-HAM Sumsel membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terjadinya kerusuhan di Lapas Narkotika Klas III Palembang.
Kepala Kanwil Kemenkum-HAM Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, tim khusus ini dibentuk pada Jumat (7/7) kemarin dimana tugasnya akan memeriksa dan menyelidiki penyebab terjadinya kerusuhan.
“Nantinya seluruh petugas yang berjaga kemarin akan diperiksa,” ujar Sudirman.
Jika nantinya hasil pemeriksaan menyatakan bahwa petugas bersalah, maka akan diberikan sanksi sesuai kesalahan yang diperbuat. Untuk oknum petugas yang berinisial S yang disebut-sebut para warga binaan melakukan pungli, telah dinonaktifkan sejak hari kejadian. Para pendamping tahanan (Tamping) pun telah diganti.
“Dalam waktu dekat dan dilakikan pemeriksaan akan diselesaikan oleh tim khusus ini,” katanya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan lagi, pihaknya juga akan memindahkan beberapa warga binaan terutama yang menjadi provokator terjadinya kerusuhan di LP narkoba klas III Palembang ini.
“Saya juga selalu melakukan pembinaan untuk peningkatan integritas moral para petugas dan kami tidak segan-segan untuk memberikan sanksi berat jika memang terbukti pungli,” ungkapnya.
Seperti diketahui sebanyak 661 warga binaan Lapas Narkotika Klas III Palembang mengamuk karena banyaknya pungli yang dilakukan oleh petugas lapas dan para tamping. Akibatnya, pot, kaca jendela rusak akibat lemparan para warga binaan. #idz
x

Jangan Lewatkan

Buat Onar Antoni Berurusan Dengan Polisi

Palembang, BP Buat keonaran di rumahnya, Antoni, warga Lorong Talang Kemang, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, harus ...