Home / Headline / 15 Perwira Polda Sumsel Terancam Dipecat

15 Perwira Polda Sumsel Terancam Dipecat

Aplikasi Polisi Wong Kito Tekan Potensi Pungli

Palembang, BP

Pungutan liar dalam penerimaan anggota polisi masih menjadi momok bagi masyarakat. Untuk itu, Polda Sumsel meluncurkan aplikasi Polisi Wong Kito yang di dalamnya terdapat informasi rekrutmen Akpol, SPISS, serta Bintara yang dibeberkan secara terbuka.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya telah berkomitmen melakukan perbaikan kualitas sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen anggota baru.

Aplikasi Polisi Wong Kito tersebut, dikatakan Tito, sangat mendukung program utama Polri serta meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya apresiasi Kapolda Sumsel karena berhasil mengungkap mafia rekrutmen. Saya warning kepada anggota, jangan main-main. Saya tidak akan segan melakukan pemecatan,” tegasnya saat peluncuran aplikasi Polisi Wong Kito di Mapolda Sumsel, Jumat (28/4).

Terkait 15 anggota polisi yang diduga terlibat pungutan liar (pungli) dalam Seleksi Penerimaan Inspektur Sumber Sarjana (SPISS) 2016, Tito menuturkan, saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan Propam Mabes Polri dan telah dicopot dari jabatan masing-masing.

“Nanti akan disidang kode etik. Kalau hasilnya PTDH, kita akan laksanakan,” tegasnya.

Tito menjelaskan, program aplikasi berbasis informasi teknologi, Polisi Wong Kito sebetulnya program sejak dia menjadi Kapolri. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo menghendaki kehadiran negara yang rill kepada masyarakat.

“Salah satu keinginan Presiden adalah kehadiran negara yang nyata di masyarakat. Maka dari itulah salah satunya dengan pelayanan publik.” jelasnya.

Pelayanan publik merupakan salah satu program utama di Polri. Dan dia juga menilai, dari beberapa Provinsi yang sudah me-launching aplikasi IT ini, fitur yang paling lengkap dalam aplikasi pelayanan publiknya adalah di Sumsel.

Dirinya mengharapkan untuk lebih disosialisasikan ke masyarakat agar masyarakat lebih tau sehingga ini dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Aplikasi Polisi Wong Kito merupakan aplikasi berbasis mobile untuk pelayanan yang lebih mudah kepada masyarakat berbasis Teknik Informasi.

Terdapat panic button yang melibatkan peran masyarakat di radius 100 meter sebelum polisi mendatangi TKP. Berdasarkan instruksi command center Polda Sumsel. Saat mendaftar di aplikasi, masyarakat langsung mengetahui petugas Babinkamtibmas di desa/kelurahan masing-masing.

Terdapat fitur booking antrean online pelayanan Samsat sehingga masyarakat tidak perlu mengantre di kantor pelayanan Samsat. Fitur lainnya yaitu klik traffic untuk mengetahui kondisi lalu lintas secara real time, pembuatan SKCK online, keluhan pelayanan, info penerimaan polisi, Binmas, serta berita tentang Polda.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengucapkan selamat kepada Polda Sumsel yang sudah meluncurkan aplikasi android panic button pertama di Indonesia.

“Sangat menggembirakan karena kita menuju polisi yang profesional, metropolitan, berstandar internasional, karena Palembang bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Selamat kepada Polda Sumsel,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Agung Budi Maryoto melaporkan, saat ini yang sudah men-download aplikasi tersebut sudah mencapai 10.000. Aplikasi ini bisa dengan mudah diunduh ke semua ponsel android melalui Playstore.

“Ini satu aplikasi dengan multi fungsi. Diharapkan berdampak baik dalam membantu pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. # idz

 

x

Jangan Lewatkan

Pabrik Aspal Karet Muba Beroperasi, Ini Untungnya Bagi Sumsel

Sekayu, BP–Karet petani Musi Banyuasin punya pasar baru selain bokar yang selama ini jadi sumber penghasilan. Namanya aspal karet.  Bahannya ...