Sumsel Provinsi Pertama Miliki PLTB

27

Tokyo, BP

Sumatera Selatan adalah provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomass (PLTB). Hal ini diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam rangkaian kunjungan ke Jepang yang diawali acara bertajuk Japan’s Assistance initiative to Address Climate Change dan Japan’s Investment on Peatland di Tokyo, Senin (10/4).

 

Gubernur H Alex Noerdin diundang secara khusus untuk menghadiri MoU antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan Menteri Lingkungan Jepang. Dari data yang diungkapkan Menteri Lingkungan Jepang, di Indonesia terdapat sekitar 20 proyek terkait lingkungan.  Pihak JICa saat ini sedang membahas tata kelola air untuk rewetting gambut dalam upaya pencegahan kebakaran dan restorasi gambut. Di Indonesia terdapat tiga provinsi yang melaksanakan program ini, yaitu Sumsel, Riau, dan Kalimantan Tengah.

Baca:  Alex Jamin Pendidikan Poltekpar Berkualitas

 

Sumsel saat ini dalam pemantauan permukaan air tanah dan temperatur tanah atau SESAME Water logger sebanyak delapan unit. Nantinya, jika permukaan air tanah di bawah 40 cm atau kelembaban di bawah 40% maka dapat diketahui bahwa kondisi tersebut sangat rawan kebakaran.

 

Selain itu poyek lainnya lainnya akan diprioritaskan adalah waste management dan energi terbarukan seperti panas bumi, mikro hidro, dan biomasa.

Baca:  Alex Noerdin Bahas Kemajuan Sumsel Bersama Media Massa

 

Gubernur H Alex Noerdin mengatakan, Sumsel memiliki cadangan panas bumi yang besar, dan juga potensi biomass dari batang kelapa sawit. Setiap tahunnya ada sekitar 20.000 ha yang harus di-replanting. Tidak hanya itu ada teknologi hidrogen dengan mobile power plant untuk masyarakat di remote area.

 

Gubernur H Alex Noerdin dijadwalkan sebagai pembicara tentang pemanfatan gambut kerja sama KLHK-BRG dan JICA di hadapan para ahli dari Universitas Tokyo, Universiras Kyoto, Universitas Hokkaido, serta pemerhati lingkungan dan pelaku bisnis di Universitas Tokyo.#adv

Baca:  Alex: Jalan Noerdin Pandji Segera Diperbaiki