Segera Tutup, Bank DKI Limpahkan Kredit

18

Bank DKI Cabang Palembang

Palembang, BP

Di-launching Joko Widodo saat menjabat sebagai Gubernur Jakarta, Bank DKI Cabang Palembang nyatanya tidak terlalu kuat bersaing secara bisnis di Bumi Sriwijaya. Rencana tutup kantor cabang ini pun semakin meyakinkan, ketika Bank DKI mengakui akan segera melimpahkan kredit kepada bank lain.

Corporate Communication Bank DKI Zulfarsyah kepada BeritaPagi, mengungkapkan, Bank DKI Cabang Palembang saat ini tengah menghitung dan membicarakan pelimpahan kredit kepada bank lain.

“Masih kita bicarakan dan hitung-hitung kreditnya. Nasabah tetap dilayani,” katanya ditanya tentang kebenaran isu Rp600 miliar kredit yang akan dilimpahkan kepada perbankan di Palembang, Selasa (11/4).

Beberapa bank yang bakal mendapatkan pelimpahan kredit ini, dikatakan dia, masih belum dicek bank mana saja. Namun dirinya memastikan terkait tutupnya belum ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada pegawai dan komunikasi dengan nasabah telah dilakukan.

Kepala OJK Kantor Regional (KR) 7 Sumbagsel Panca Hadi Suyatno mengatakan, Bank DKI akan merelokasi aset mereka di Palembang. Saat ini masih dalam proses penyelesaian terkait himpunan dana nasabah maupun kredit yang telah disalurkan.
“Untuk tabungan ataupun deposito mungkin dapat segera diselesaikan, dan untuk kredit bisa dialihkan ke bank umum lainnya,” kata Panca.

Dia mengatakan, OJK KR 7 pada dasarnya baru akan memberikan izin penutupan, jika bank yang bersangkutan telah menyelesaikan baik soal penggunaan dana maupun penyalurannya. “Izin utamanya sebenarnya ada di OJK kantor pusat. Namun kami yang memonitor. Jadi kalau memang nantinya sudah selesai, kami akan merekomendasikan jika proses transisi telah selesai,” katanya.

Panca menambahkan, Bank DKI masuk ke Sumsel belum lama sekitar 3-4 tahun lalu, mungkin pada saat itu kondisi pasar masih memungkinkan. Tapi ‘kan di Sumsel kuat di sektor komoditinya sehingga ketika terjadi penurunan maka perusahaan memandang kondisi saat ini kurang menguntungkan bagi perusahaan. “Seharusnya bank juga harus memperhitungkan hal itu, pada saat pengembangan kantor cabang bank juga harus mengembangkan bisnis nya juga,” katanya.

Artinya, dihitung secara bisnis apakah dengan pengembangan kantor cabang akan menguntungkan. “Jangan hanya memiliki kantor cabang saja, tapi memang harus memiliki potensi,” katanya.

Panca menjelaskan, pada saat akan membuka kantor cabang di suatu daerah, bank tentunya sudah melakukan studi kelayakan. Pada saat itu sudah diperhitungkan pasarnya berada dimana, ataukah perhimpunan dana maupun penyaluran kredit.

“Itu harus memang benar-benar diperhitungkan, sehingga operasionalnya bisa di-cover dari keuntungan tersebut. Namun, kemudian jika tidak bisa di-cover maka justru akan merugi secara konsolidasi, dan tidak bagus untuk bisnis,” katanya.#ren