Pemprov dan ‘Asia Pulp and Paper’ Siaga Cegah Karhutla

18

1.350 Personel Disiagakan
 
Palembang, BP
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melibatkan sekitar 1.350 personil yang berasal dari Polri, TNI, BPBD, perusahaan, kepala daerah dari 17 kabupaten/kota di Sumsel. Itu dipersiapkan dalam Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Griya Agung Palembang, Sabtu (18/2).
Dalam siaga mencegah Karhutla juga, Asia Pulp & Paper (APP Sinar Mas) bersama mitra pemasoknya PT Sebangun Bumi Andalas (SBA), PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dan PT Bumi Andalas Permai (BAP) ikut serta dalam Apel Siaga Karhutla 2017 di Sumsel.
Apel siaga langsung dipimpin Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan turut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, serta jajaran instasi pemerintah pusat dan daerah terkait.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin menghngkapkan, dari data yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tahun ini diprediksi akan lebih kering dibandingkan 2016, sehingga risiko Karhutla akan semakin besar terjadi di Indonesia.
“Kelengkapan semua perusahaan sudah baik. PT Sinar Mas paling siap dalam pencegahan Karhutla,” tegas orang nomor satu di Sumsel ini.
Alex juga menambahkan, ‎seluruh perusahaan perkebunan telah menyiapkan posko-posko Karhutla di tempat masing-masing. Dari data yang dihimpun ada sekitar 5.000 orang lebih berada dilapangan untuk pencegahan.
Sementara itu, GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka menjawab kekhawatiran pemerintah, pihaknya ada program Integrated Fire Management (IFM) sekaligus Desa Makmur Peduli Api (DMPA) memegang teguh komitmen dalam mengurangi dan mencegah Karhutla yang merupakan perwujudan dari pelaksanaan Forest Conservation Policy (FCP) yang dijalankan APP Sinar Mas sejak 2013.
“Kami telah membangun sistem yang terintegrasi agar dapat menanggulangi sekaligus mencegah bencana Kathutla di dalam dan luar konsesi hutan tanaman kami,” kata Sujica.
Dikatakan Sujica, saat ini APP Sinar Mas memiliki situation room center sebagai pusat pendistribusian informasi mengenai deteksi hotspot di seluruh lahan konsesi APP Sinar Mas dan para mitra pemasok. Upaya yang dijalankan perusahaan turut didukung oleh 2.700 pemadam terlatih (RPK) dan 2.000 masyarakat peduli api (MPA) di lapangan.
Sistem yang telah dibangun juga, lanjut dia, diperkuat dengan perangkat pendukung di lapangan berupa 6 helikopter, tiga di antaranya heli besar sekelas Superpuma untuk menangani firespotting dan pemadaman api dari udara (water bombing) dengan kemampuan hingga 4.000 liter. Bahkan, guna memaksimalkan kinerja dibangun 80 menara pendeteksi api, 266 pos pantau, 160 truk air, 500 unit kendaraan patroli dan 1.150 pompa air.
Selain itu, sambungnya, APP Sinar Mas juga mengembangkan sistem pendeteksian dini titik panas melalui Situation Room. Sistem ini selain berfungsi mendeteksi titik panas di suatu wilayah, juga melakukan verifikasi apakah titik panas yang terdeteksi tersebut merupakan titik api atau bukan. Situation Room yang berpusat di Jakarta, juga dikembangkan di region Sinar Mas Forestry dan mitra pemasok berada, serta unit APP di Singapura.
“Kami harap langkah-langkah ini semua tak hanya bermanfaat bagi masyarakat tetapi turut menjadi sumbangsih positif bagi pemerintah. Lalu, agar lebih banyak lagi pelaku industri lainnya yang memberikan dukungannya terhadap Pemprov Sumsel untuk berkolaborasi lebih jauh lagi dalam menanggulangi Karhutla,” pungkasnya. #rio
Baca:  Alex Ajak Masyarakat Awasi Karhutla