Home / Headline / Begal Sadis Banyuasin Ternyata Siswa SMA

Begal Sadis Banyuasin Ternyata Siswa SMA

Banyuasin, BP

Reza Dinata (18), warga Desa Keluang, Kecamatan Tungkal Ilir diringkus tim gabungan Polsek Tungkal Ilir, Jumat (13/1) lalu. Pelajar salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Tungkal Ilir ini termasuk komplotan begal sadis yang tak segan-segan melukai korbannya.

Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi, Sik, MH menyebutkan, ditangkapnya tersangka berdasarkan laporan keluarga Sungkono (40), warga Desa Keluang yang menjadi korban begal saat hendak pulang ke rumahnya usai mengambil gaji.

“Korban Sungkono meninggal duniasaat hendak dilarikan ke RS Sekayu, Muba. Korban mengalami luka tembak di bagian dada saat hendak melarikan diri dari hadangan kawanan begal yang diketahui lebih dari satu orang tersebut,” kata AKBP Andri, sore ini.

Dari kejadian itu, anggota gabungan Polres Banyuasin bersama Satreskrim Polsek Tungkal Ilir dibantu Jatanras Polda Sumsel langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil penyidikan ditemukan titik terang.

“Anggota menemukan nasi bungkus di sekitar tempat kejadian perkara. Dari situ terungkap bahwa Reza Dinata usai membeli nasi bungkus dari salah satu rumah makan di Tungkal Ilir. Ternyata benar pelaku merupakan begal sadis yang selama ini beraksi di wilayah Tungkal Ilir dan sekitarnya,” kata Kapolres.

Dia menegaskan, pelaku masih tercatat sebagai pelajar di salah satu SMAN di Tungkal Ilir. Dalam melancarkan aksinyaia  dibantu rekannya yang saat ini dalam pengejaran petugas kepolisian alias (DPO).

“Pelaku lainnya masih DPO. Sebelum melaksanakan aksi, mereka mengkonsumsi narkotika jenis sabu dan tidak segan melukai korbannya. Hal itu dibuktikan di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan bong alat hisap sabu,” kata dia.

Ditambahkan Kapolres, modus yang dilakukan tersangka bersama rekannya yang masih DPO yaitu menunggu korban di jalan Desa Keluang. Setelah ada korban yang dinyatakan sebagai target, tersangka langsung mencegat.

“Korban dicegat dan diancam dengan kayu dan senjata rakitan. Karena korban mencoba melawan dengan menerobos hadangan tersangka, maka salah satu tersangka (DPO, red) akhirnya menembak korban,” jelas dia.

Kemudian, pada kasus berbeda tim dari Polres Banyuasin bersama Jatarantas Polda Sumsel juga mengamankan Irwan (20), warga Desa Keluang yang merupakan DPO tersangka begal Muhammad Romudan, pada  26 Januari tahun 2016 lalu.

“Tersangka ini telah buron selama satu tahun lamanya. Sementara rekannya sudah menjalani hukuman di Lapas Kelas III Banyuasin,” kata dia.

Atas perbuatan kedua tersangka begal ini, dikenaikan Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara hukuman mati.

#mew

x

Jangan Lewatkan

Pjs Bupati OKU Dipegang Muhammad Zaki Aslam

Baturaja, BP–Pengukuhan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati OKU Oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru Bertempat di Griya Agung Palembang Sumsel, ...