Ultimate magazine theme for WordPress.

Alex: Tetap Waspada Bencana Karhutla

Sekayu, BP

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Walaupun sekarang masuk musim hujan, kita tetap harus waspada karhutla saat kemarau yang akan datang,” ujar Alex dalam acara apel siaga dan peresmian posko pengendalian kebakaran hutan di Desa Pulai Gading, Kecamatan Bayung Lencir, kemarin.

Tahun ini, diakui Alex, titik-titik panas di Sumsel sedikit berkurang karena adanya kemarau basah. Namun demikian, ia tetap mengingatkan semua pihak untuk tetap fokus dalam penanganan bencana.

“Kita menghadapi Asian Games pada Agustus 2018. Itu puncak musim kemarau. Oleh karena itu mari kita jaga bersama, kerahkan seluruh daya dan upaya yang ada. Waspada dan tetap waspada. Tidak boleh terjadi lagi karhutla. Tidak boleh lagi ada kabut asap, yang bukan saja mengganggu provinsi tetangga tetapi juga negara tetangga. Ini upaya preventif, berjaga-jaga jika musibah datang agar dapat diatasi,” beber dia.

Baca Juga:  Pekan Depan, KPU Inventarisir Persoalan Pilkada Serentak

Dari data yang ada, karhutla di Sumsel merupakan yang terparah di Indonesia. Kabupaten Musi Banyuasin menjadi lokasi terbesar terjadinya karhutla. Tercatat 5.249 titik panas (hotspot) di Muba dengan luas lahan terbakar mencapai 180.329 hektar. “Tidak terhitung besar kerugian, baik materi langsung, maupun kerugian tenaga, daya, upaya, biaya untuk menanggulangi bencana karhutla,” kata Alex.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mengatasi karhutla, berbagai upaya dilakukan, seperti pendirian posko-posko, pengerahan personel, dan pertolongan kepada korban. Tahun ini tercatat hanya 104 hotspot. Hal tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan. Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak.

“Mengingat luas lahan gambut di Muba mencapai 593.000 hektar. Jika tidak sungguh-sungguh melakukan langkah-langkah mengantisipasi, bisa saja kebakaran itu terulang kembali,” ucap dia.

Baca Juga:  Alex Noerdin Raih Anugerah Widyaiswara Utama Kehormatan dari LAN

“Berapa banyaknya satgas dan pasukan, jika tidak dibantu masyarakat maka hasilnya tidak maksimal. Jangan membuka lahan pertanian dengan membakar. Awasi orang asing yang masuk dengan gerak gerik mencurigakan. Jaga desa masing-masing. Jika semuanya terintegrasi, bila bencana masih terjadi dapat teratasi,” jelas dia.

Plt Bupati Muba David BJ Siregar menuturkan, terkadang Karhutla dipicu oleh hal-hal yang sepele. Namun menghabiskan dana yang besar jika kebakaran terjadi.

“Dampaknya sangatlah besar. Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan. Tahun ini Kabupaten Muba tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Meskipun begitu, seluruh persiapan dan pencegahan tetap dilakukan, agar bencana karhutla ini ke depannya tidak terjadi lagi di Muba,” tutur dia.

Baca Juga:  PD Pasar Palembang Jaya Bakal Jadi Perumda

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Haryadi Karim, menuturkan, sebanyak sembilan posko penanganan karhutla dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Posko tersebut ditempati oleh tim terpadu untuk memantau daerah-daerah yang rawan terjadinya kebakaran, sehingga dapat dicegah dan ditanggulangi sejak dini. Tim terpadu ini terdiri dari TNI, Polri, BPBD Muba, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, dan Dinas Kesehatan,” jelas dia.

Dikatakan Haryadi, masing-masing tim mempunyai peran tersendiri dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dengan harapan kejadian buruk pada 2015 lalu tidak terulang di Bumi Serasan Sekate. “Selain itu sebagai bagian dari bentuk dukungan Pemkab Muba dalam pelaksanaan Asian Games 2018 yang berlangsung di Palembang,” tandas dia. # arf

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...