Ultimate magazine theme for WordPress.

Simpang Bandara – KM 12 Ditutup Total

Palembang, BP

Simpang aktivitas-pembangunan-light-rail-transit-lrt-atau-kereta-api-_160229154325-775Bandara ditutup total utamanya untuk KM 9 – KM 12. Pasalnya, pengerjaan flyover Tanjung Api-Api (TAA) terus dikebut hingga pengerjaan selesai, namun untuk Jalur KM 12 – KM 9 ditutup lebih dulu hingga satu tahun kedepan. Meski sayangnya penutupan tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan, sebelumnya penutupan hanya berlaku bagi jalur dari KM 12 – Simpang TAA KM 9, sehingga pengendara dari Banyuasin, KM 12 dan sekitarnya haru lewat By Pass dan Jalan Soekarno Hatta. Sekarang, mulai Senin (5/12), penutupan kembali ditambah untuk di Simpang TAA KM 12 – KM 9. Sehingga pengendara diarahkan lewat jalur alternatif atau lewat Jalan Soekarno Hatta dan By Pass.

Kawasan tersebut di tutup menggunakan papan pembatas berwarna kuning hitam, serta sebuah alat berat berada di kawasan tersebut untuk melakukan pengerjaan proyek besar itu.

Penutupan jalan ini tentu saja membuat para pengendara bingung. Akibat penutupan jalan ini, pengendara yang hendak melintas ke arah KM 12 atau dari arah KM 12 hendak ke kawasan perkotaan, banyak yang melintas jalur alternatif, yakni kawasan Maskarebet. Akibatnya, kemacetan di kawasan itu pun semakin mengular. Di beberapa titik persimpangan pun terlihat ada beberapa petugas kepolisian yang berjaga agar tidak terjadi kemacetan parah di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Tongkat Komando Polda Sumsel Beralih

PPK Flyover Simpang TAA Harun Nurasyid membenarkan jika di kawasan pengerjaan Flyover Simpang TAA ini, terjadi penutupan total. Hal itu dilakukan karena ada pengerjaan frontage di kawasan tersebut.

“Nanti kawasan tersebut akan dibeton hingga diharuskan untuk ditutup secara utuh. Penutuhan hanya berlaku di lokasi pengerjaan itu saja,” katanya.

Ia mengatakan, penutupan jalan tersebut tak diberlakukan hingga pembangun fly over Simpang TAA ini sampai selesai. Nantinya, kawasan tersebut di tutup hanya sampai pembangunan frontage itu selesai.

“Hanya saja waktunya belum tahu berapa lama di tutup. Kalau yang jalur sebelahnya jelas, di tutup hingga pembangunan fly over Simpang TAA selesai, kalau yang sebelah sini, hanya sampai frontage ini selesai,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemacetan Akibat LRT Akan Dikoreksi

Menurutnya, sebelum melakukan penutupan jalan ini, ia sudah melakukan koordinasi dengan anggota Sat Lantas Polresta Palembang serta Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi masalah kemacetan. “Macet itu resiko pembangunan seperti ini. Kalau tidak di tutup, kita tidak jadi membangun. Masyarakat diharapkan untuk lebih bersabar,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Harris Batara, SIk mengatakan, jika dia tidak bisa berbuat banyak akibat penutupan jalan tersebut. “Jika memang harus ditutup bagaimana lagi, ini sudah jadi kebijakan pembangun,” jelasnya.

Harris hanya menyayangkan, jika terjadi penutupan kawasan tersebut, terkesan mendadak dan tanpa pemberitahuan. “Awalnya kan ditutup hanya separuh, sekarang ditutup semua. Nanti juga masyarakat terbiasa akibat perpindahan jalur seperti ini. Saya juga belum tahu berapa lama jalan ini akan di tutup,” jelasnya.

Sama halnya dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Sulaiman Amin mengaku belum mengetahui jika ada penutupan jalan tersebut. “Ditutup ya? Nanti kita cek. Kalau masalah macet akibat penutupan jalan tersebut, itu sebenarnya wewenang pihak kepolisian,” tukasnya.

Baca Juga:  Gubernur Kesal, Warga Komentari Negatif Mogoknya LRT

Akibat penutupan jalan ini, pengendara yang hendak melintas di Jalan Kol H Burlian tepatnya di kawasan KM 9-KM 10 ini, dapat melintas melalui jalan by pass Alang-Alang Lebar yang nantinya akan tembus ke Jalan Soekarno Hatta.‎

Sementara untuk warga sekitar atau kendaraan kecil yang hendak yang hendak menuju ke Jalan Soekarno Hatta bisa melintas melalui Jalan Sembaja, Jalan Rama Raya, Jalan Pindang Umak, dan kawasan Maskarebet.

Salah seorang warga KM 10, Nanik mengatakan, karena penutupan Simpang Bandara secara total itu, ia memerlukan waktu lebih lama untuk menuju kota. “Untuk sampai ke area kota, sebelumnya bisa saja setengah jam menggunakan kendaraan pribadi, sekarang bisa satu jam, belum lagi macet yang bisa terjadi sepanjang hari,” ujarnya.#pit

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...