Home / Headline / Menolak Gabung Dengan Kecamatan Baru

Menolak Gabung Dengan Kecamatan Baru

Ratusan Warga Datangi Pemprov Sumsel
 
b36c9f7e30794f888a5ef9976f402314Palembang, BP
Merasa tak terima jika harus digabungkan dengan kecamatan baru, yakni Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muata Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Ratusan warga Desa Muara Niru datangi Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (29/11).
Kedatangan peserta unjuk rasa yang didominasi oleh orang dewasa, bahkan anak kecil tersebut untuk menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang tidak mendengar aspirasi warga desa ini.
Koordinator Lapangan Ardiansyah, mengatakan sehubungan adanya pemekaran kecamatan di Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, masyarakat Desa Muara Niru sangat keberatan untuk bergabung dengan Kecmaatan Empat Petulai Dangku.
Menurut dia, adanya rencana pemekaran itu, masyarakat Desa Muara Niru sudah menyatakan tidak mau bergabung dengan kecamatan baru tersebut. Namun, ketika ada pertemuan di kecamatan, kepala desa (Kades) dan beberapa orang yang diajak Kades itu menyatakan bahwa masyarakat Desa Muara Niru setuju bergabung.
“Tapi persetujuan gabung dengan kecamatan baru tersebut tanpa adanya musyawarah dengan masyarakat. Dari sana kami (Desa Muara Niru-red) mengajukan surat penolakan beberapa kali ke bupati dan DPRD Muara Enim, namun tidak ada tanggapan sedikitpun,” katanya dalam orasi.
Tak hanya itu saja, lanjut Ardiansyah, masyarakat Desa Muara Niru juga sempat mengadakan aksi unjuk rasa di kantor, akan tetapi tidak ada hasil dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tidak mendengar aspirasi warga.
Atas kesepakatan masyarakat Desa Muara Niru, sambung dia, masyarakat memutuskan untuk unjuk rasa di Pemprov Sumsel agar apa yang diinginkan masyarakat untuk tidak bergabung dengan kecamatan baru, yakni Kecamatan Empat Petulai Dangku dan tetap berkecamatan yang lama yaitu Kecamatan Rambang  Dangku.
Dari aksi ini, ia mengharapkan, agar Pemprov Sumsel dapat menggabungkan aspirasi dari masyarakat Desa Muara Niru. Bahkan, jika permohonan ini tidak dikabulkan, maka seluruh masyarakat Desa Muara Niru yang hadir di halaman Pemprov Sumsel tidak akan pulang ke desa.
“Karena ini sudah kesepatakan kami bersama. Sebab kami sudah merasa kecewa dengan Pemerintah Kabupaten dan kami tidak mau kecewa untuk kedua kalinya,” tegas dia.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Desa Muara Niru di halaman Pemprov Sumsel, pantauan di lapangan akhirnya berjalan dengan tertib, dengan sabar pendemo menunggu keputusan Pemprov Sumsel setelah beberapa perwakilan duduk bersama dengan Asisten I Bidang Pemerintahan Ikhwanuddin. #rio
x

Jangan Lewatkan

Pabrik Aspal Karet Muba Beroperasi, Ini Untungnya Bagi Sumsel

Sekayu, BP–Karet petani Musi Banyuasin punya pasar baru selain bokar yang selama ini jadi sumber penghasilan. Namanya aspal karet.  Bahannya ...