Galang Dana Arisan Untuk Amal

10

unnamedPalembang, BP

Minimnya perkumpulan arisan dengan berbasis kegiatan sosial mendorong Salsabila Community untuk menyisihkan dana demi kebajikan dari kegiatan arisan yang diadakan setiap bulan. Bahkan, di awal silaturahmi dan launching ini, bantuan diberikan kepada penderita thalasemia.

Ketua Dewan Pembina Salsabila Community Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, ia sangat bangga dengan adanya kaderisasi yang dilakukan oleh anak muda yang berpotensi dan punya pemikiran maju.

Ia mengakui, pemikiran yang dimiliki para anggota sangat luas. Salsabila Community sendiri sudah punya visi misi yang baik, terutama di bidang sosial. Sebagai pembina, dirinya akan memberikan dukungan dan tidak ada fasilitas apa pun yang diberikan.

“Sebagai senior, kita hanya mengawasi dan memonitor kegiatan mereka berguna atau tidak, karena basisnya kegiatan sosial. Kita arahkan untuk membuat program jangka pendek dan panjang. Untuk pendanaan itu dari inisiatif mereka sendiri,” katanya usai silaturahmi dan launching Salsabila Community, Selasa (22/11).

Baca Juga:  Narapidana Lapas Lahat Kabur, Kemenkumham Sumsel Lakukan Investigasi

Salsabila Community memberikan bantuan pada tiga orang penderita thalasemia asal Muratara. Bantuan tersebut sebagai tali kasih karena tempat tinggal penderita jauh dari akses transportasi yang baik dan kurangnya tindakan medis.

“Di antara mereka ada kakak adik dalam satu keluarga. Usianya 21 tahun, tetapi seperti 14 tahun. Kita beri bantuan sebagai bentuk simpati. Bagaimana kita membantu masyarakat yang hidup terbatas,” ungkapnya.

Inisiator Salsabila Community, Lury Elza Alex, mengatakan, ke depannya akan lebih banyak bantuan kepada mereka yang tidak mampu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan tim PKK Sumsel. “Mungkin jumlahnya tidak seberapa, tapi semoga nantinya lebih banyak lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  Massa MMK Sumsel Pertanyakan Audit BPK Terkait Proyek Jalan Beton OI dan OKUT

Selain memberikan bantuan dari hasil arisan di Salsabila Community, dalam waktu dekat pihaknya akan membuka rumah belajar di Jalan Hang Tuah bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Untuk tahap awal ini, kita akan menyeleksi anak cerdas dan berbakat tapi tidak mampu 15-20 anak di Palembang,” jelasnya.

Anak-anak tersebut nantinya akan didik, di antaranya belajar menyanyi, menggambar, juga berbahasa Inggris.

“Pengajarnya kita libatkan anggota Salsabila Community, karena ada yang punya Palm Kids, sehingga ini akan membantu sekali,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Muratara Janjikan Kesejahteraan Bagi Masyarakat Muratara

Ia menjelaskan, tujuan dari komunitas ini untuk menumbuhkan dan menyiarkan semangat berbagi dan menolong sesama sebagai bentuk amal jariah demi investasi bagi kehidupan kekal di akhirat. Selain itu juga untuk membantu dan meringankan beban mereka yang mengalami kekurangan.

Lury mengatakan, anggota komunitas ini merupakan wanita muda berusia 25-40 tahun yang berdomisili di Sumsel. Keanggotaan saat ini dengan berbagai latar belakang profesi seperti dokter, notaris, dosen, pengusaha dan ibu rumah tangga.

“Salsabila beraggotakan wanita-wanita sekitar 30 orang yang berjiwa muda, kreatif, aktif dan berkomitmen. Salsabila juga menghimpun orang yang berpendidikan, itelktual, sehingga niat-niat baik mudah terserap dan terlaksanakan,” jelasnya. # pitria

Komentar Anda
Loading...