Sumsel Siapkan 1.000 Relawan Pecahkan Rekor MURI

12

388480_01244813112014_muba_poskoPalembang, BP

Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Musirawas Utara berencana memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) pada 28-29 November mendatang.

Pemecahan rekor rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan peluncuran Kampung Siaga Bencana Nasional dan Hari Relawan Nasional dengan mempersiapkan sedikitnya 1.000 relawan sosial.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sumsel Belman Karmuda mengatakan, tujuan pokok kegiatan tersebut untuk mempersiapkan masyarakat setempat agar dapat mandiri dalam penanggulangan bencana.

“Paling efektif itu, apabila ada bencana, masyarakat setempat cepat menanggulangi. Sedangkan kalau menunggu bantuan mungkin datangnya lama dan ada prosesnya. Oleh karenanya, dibangun kekuatan masyarakat dan relawan sosial dapat berperan aktif dalam penanggulangan bencana, to help people to help themself,” katanya Kamis (17/11).

Relawan sosial yang dimaksud seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan relawan lainnya yang fokus dan peduli dalam pemberdayaan sosial di masyarakat.

Dia menambahkan, pemilihan lokasi di Kabupaten Muratara lantaran pemkabnya sangat mendukung program tersebut.

Dikarenakan, tujuan menggalang ribuan relawan sosial untuk membentuk kepribadian masyarakat mengatasi bencana, sebelum datangnya bantuan.

Dalam audiensi dengan Kementerian Sosial, kemarin, Belman menegaskan, pihak Kemensos sangat mendukung tujuan dalam program tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki mengaku telah mengimbau bupati dan walikota yang wilayahnya rawan bencana seperti banjir dan longsor untuk menyiapkan langkah antisipasi, dan itu sudah ada dana tanggap darurat. “Begitu ada bencana langsung diatasi,” katanya usai rapat paripurna dengan DPRD Sumsel, kemarin

Sedangkan Pelaksana Tugas BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, memasuki musim hujan ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencegahan bencana banjir sejak dini. Peralatan serta SDM di berbagai daerah telah disediakan agar cepat tanggap menanggulangi bencana.

“Status kita siaga banjir dan upaya awal kita koordinasi bersama Basarnas, TNI, Polri dan lain-lain di seluruh kabupaten/kota dengan menyiapkan peralatan penyelamatan,” katanya.

Di Sumsel, menurutnya, baru tiga daerah yang dinyatakan terkena bencana banjir yakni Muaraenim, Musirawas, dan Muratara. Sementara Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir serta OKI masuk dalam wilayah berpotensi banjir. Meski di Palembang sejak beberapa hari terendam banjir, namun Iriansyah menyebutnya masih kategori wajar. Sebab genangan air tidak berlangsung lama dan cepat surut. # adv