Sesjen MPR: Jangan Dikira Kerja MPR Hanya Sekali Lima Tahun

16

545285136ggbhnJakarta, BP
 Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono mengatakan, kerja dan program  MPR RI melaksanakan wewenang serta tugas kenegaran yang berjalan dinamis. Setjend bertugas menyiapkan dan memfasilitasi tugas anggota, alat kelengkapan  maupun fraksi MPR.
“Kelihatan sederhana, padahal sangat banyak  yang mesti dikerjakan kesekjenan. Jangan dikira tugas MPR hanya sekali lima tahunan saat melantik presiden. Tapi cukup banyak dan menyita waktu serta sumber daya manusia yang handal,” ujar Ma’ruf Cahyono di ruang kerjanya Gedung MPR RI,  Sabtu  (12/11).

“Mobilitas kita sangat tinggi.  Program di  MPR sangat besar dan  program alat kelengkapan MPR  banyak. Demikian juga fraksi-fraksi  punya program anggota, oleh karena itu semua sumber daya di berbagai bidang kita kerahkan untuk mendukung itu semua,” katanya. 

Menurut  Ma’ruf,  elemen masyarakat  menilai kerja dan program MPR  beberapa tahun belakangan   jauh lebih baik.  Sehingga,  MPR sebagai lembaga tinggi Negara mampu menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI,  menjaga Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Ma’ruf berharap rekan media  bisa memberikan masukan, pikiran yang inovatif untuk perbaikan semua.  Media dan MPR  adalah mata rantai kerja kerja keras MPR.  Hasil-hasil kerja MPR, tidak akan sampai ke masyarakat jika media tidak mempublikasikan.

Dia juga berharap  program MPR mendapatkan dorongan dari publikasi media sehingga masyarakat tahu apa yang dikerjakan MPR.  Dari sana akan tumbuh  sinergitas  anatra MPR, media dan masyarakat.

“Tidak berguna   melakukan pelayanan publik menggebu-gebu bila masyarakat tidak merespon. Walau kita siapkan berbagai instrumen, jika responsifitas tidak muncul, percuma.  Misalkan  kita  ingin mengembangkan IT besar-besaran.  Secara teori e-government luar biasa itu, tapi begitu masyarakat tidak memanfaatkan atau tidak mengetahu karena  media kurang berpera, menjadi tidak efektif dan tidak memberikan benefit kepada masyarakat,” tuturnya.

Menyinggung soal sturktur kelembagaan di MPR, Ma’ruf menyampaikan  MPR  berupaya  melakukan penataan di Setjen MPR R berdasarkan Keppres Tahun 1999.  Seharusnya,  setiap ada perubahan tentu harus ada evaluasi dan penataan.

Dikatakan, walaupun MPR sudah mengalami perubahan  desain ketatanegaraan sejak 1999-2002, struktural MPR belum mengalami perubahan,  padahal Keppres yang mendasari dibuatnya penataan struktural di MPR  sejak 1999.

“Penataan tersebut perlu disesuaikan dan kita sedang melakukan penataan tersebut.  Penataan  bukan berarti merombak, tapi menyempurnakan  yang kurang sehingga  MPR memiliki struktur organisasi  sempurna,” katanya.

Sedangkan mengenai Sumber Daya Manusia Aparatur (SDM)  Ma’ruf menjelaskan,   Setjen MPR akan terus berupaya menciptakan budaya kerja dari SDM yang lebih produktif, efisien, efektif dan terbuka. Akuntabilitasnya harus lebih bagus.

“Akuntabilitas aparatus sipil bukan kepada atasannya, tapi harus kepada publik. Makanya, akuntabilitas menggeser paradigma yang namanya responsibility/ tanggung jawab.   Kalau sudah melaksanakan responsibility/tanggung jawab kepada atasannya apalagi dibilang bagus  atasan selesailah sudah,” paparnya.#duk
Baca:  Wakil Ketua MPR Ajak Dai Bagian Solusi Permasalahan Bangsa