Kebijakan Pertamina EP Tutup Sumur Minyak Langkah Tepat

15

img_20160721_075934Palembang, BP

Kebijakan Pertamina EP untuk menutup sumur-sumur minyak ilegal di wilayah kerjanya di Musi Banyuasin adalah langkah tepat. Pertamina mempertimbangkan aspek teknis, ekonomis, dan legalitas dalam pengembangan sumur-sumurnya. Demikian dikatakan pengamat minyak dan gas (migas), Ibrahim Hasyim, kepada wartawan, Minggu (13/11).

“Sumur yang berada di wilayah kerja mereka (Pertamina) jika tidak diurus harus ditutup. Kalau ada yang menyerobot dan kemudian mengebor, itu ilegal. Ini berbahaya dan merugikan,” ujar Ibrahim Hasyim.

Menurut Ibrahim, kunci dalam penertiban illegal drilling terletak pada ketegasan aparat keamanan karena wilayah kerja Pertamina EP tersebut merupakan obyek vital nasional (obvitnas) yang perlu mendapat perlindungan keamanan secara maksimal. Kalaupun sumur-sumur tersebut kemudian akan diusahakan, harus sesuai regulasi, yaitu ditetapkan oleh Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bukan oleh pemerintah daerah. “Berlarutnya penyelesaian soal minyak ilegal ini sangat memprihatikan kita semua,” ujar Ibrahim yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Akademi Migas Cepu.

Kapolres Muba Ajun Komisaris Besar Polisi Julihan Muntaha mengatakan, penertiban telah dihentikan oleh Pertamina pada 11 Oktober 2016. Pertamina tidak bisa memaksakan untuk melakukan penyemenan pada 27 sumur di Mangunjaya karena warga memberikan bukti surat dari Gubernur Sumatera Selatan yang berisi persetujuan kepada koperasi setempat untuk mengebor sumur di Mangunjaya. Surat bernomor 54.1/2399/Dispertamben.2013 perihal Persetujuan Pengusahaan Sumur Tua Minyak Bumi yang ditujukan Kepada Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Tambang Jayaitu ditandatangani oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

“Kami hanya membantu Pertamina dalam menertibkan illegal drilling di Mangunjaya dan Keluang. Kami saat ini menunggu instruksi saja,” katanya.

Menurut Julihan, kegiatan penertiban illegal drilling beberapa waktu lalu berlangsung aman dan tidak ada perlawanan dari warga masyarakat di Keluang dan Mangunjaya. “Tidak ada tersangka dalam dalam kasus illegal drilling di Mangunjaya dan Keluang,” katanya.

Pertamina dibantu Polri dan TNI telah melakukan penertiban sumur. Jumlah sumur minyak Pertamina EP yang akan ditertibkan sebanyak 104 sumur, terdiri atas 84 sumur berada di Mangunjaya dan 20 sumur di Keluang.

Kegiatan illegal drilling di Muba yang mencapai lebih dari 700 sumur sangat merugikan karena membahayakan kesehatan bagi pelaku pengeboran. Kegiatan pengeboran ilegal pada sumur milik negara itu juga merugikan lingkungan karena limbah minyak yang tidak dikelola sesuai prosedur penambangan minyak yang benar.

Aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal itu juga mengancam nyawa. Korban terakhir kegiatan pengeboran pada sumur minyak ilegal adalah Robinus pada 28 Oktober 2016 saat terjadi ledakan sumur di Dusun IV Desa Kemang, Kecamatan Sanga Desa. Korban saat itu sibuk melakukan aktivitas pengeboran minyak dan penguras an sumur minyak. #osk