Investasi di Sumsel Tembus Rp31 Triliun

7

agra-energi-investasi-rp7-5-triliun-di-sulsel-dkecuqowzhPalembang, BP

Nilai investasi di Provinsi Sumatera Selatan hingga triwulan III 2016 berdasarkan data Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumsel tembus dari target yang ditetapkan. Di mana nilai investasi yang masuk tembus hingga Rp31 triliun.

“Tercatat sudah  Rp31 triliun investasi dalam negeri dan asing yang masuk. Itu juga sudah melampaui target tahun lalu,” ujar Kepala BP3MD Provinsi Sumsel Ruslan Bahri, Minggu (13/11).

Menurut dia, nominal investasi yang masuk ke Sumsel tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan diawal tahun sebesar Rp19 triliun. Memang tingginya realisasi investasi yang masuk itu tak lepas dari realisasi diawal tahun yang cukup tinggi, sehingga memberikan efek target.

“Target Rp19 triliun itu sudah tercapai pada triwulan satu tahun 2016. Terlebih, dari laporan keuangan bulanan yang masuk ke BP3MD secara periodik akan menjadi tolak ukur kinerja, sehingga evaluasi bisa dilakukan setiap saat,” kata dia.

Dari evaluasi data base 2016 ini, masih dikatakannya, memang ada dampak dari jumlah perizinan yang diberikan ke BP3MD Sumsel cukup banyak. Tentunya hal tersebut berpengaruh terhadap realisasi investasin yang masuk ke Sumsel.

Tak hanya itu saja, sambung dia, ada juga faktor lain, seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) juga memberikan andil, mengingat investor tidak perlu kesana-kemari untuk mengurus izin usahanya. Sehingga cukup datang ke satu tempat, semuanya sudah selesai.

“Apalagi, PTSP di Sumsel masuk terbaik dalam tiga tahun berturut-turut di Indonesia. Ukurannya, kalau di 2015 lalu ada 280 izin yang dikeluarkan, sedangkan tahun ini, hingga triwulan III sudah 424 izin,” jelasnya.

Diakuinya, jumlah tersebut berpeluang akan bertambah karena masih ada triwulan terakhir yang bisa dikejar. Dari sana juga ada investasi baru dan ada investasi melanjutkan dari investasi sebelumnya. Misalnya PT OKI Pul and Paper.

Untuk tahun depan, lanjutnya, PT OKI Pulp and Paper akan cukup besar memberikan sumbangsih investasi, karena memang masih ada investasi yang dilakukan PT OKI Pulp and Paper dibagian kapasitas produksi, namun tak terlalu besar seperti tahun ini.

“Jadi targetnya, 25 persen mengalami kenaikan dibandingkan target tahun 2016. Namun, semuanya masih dalam evaluasi karena kita juga akan mengacu pada realiasi 2016 ini,” pungkasnya. #adv