Belanja Daerah Sumsel 2017 Kedepankan Pelayanan Dasar

11

# APBD Sumsel 2017 Naik Rp489.25 Miliar Atau 6,60 Persen
 
20161110_0957350
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membacakan penjelasan Gubernur Sumsel terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Provinsi Sumsel tahun anggaran 2017 pada rapat paripurna XX DPRD Sumsel, Kamis (10/11), di Gedung DPRD Sumsel.

Palembang,BP

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengatakan permasalahan pendapatan yang dihadapi Sumsel sebagai akibat penurunan target dana perimbangan/transfer dari pemerintah pusat dan tertundanya penyaluran sebagian dana tersebut menyusul tidak tercapainya target pendapatan pemerintah karena pengaruh kondisi/krisis ekonomi global, berdampak pula terhadap roda perekonomian di Sumsel .
Dengan diterbitkan peraturan Menteri Keuangan No 125/PMK.07/2016 tentang penundaan penyaluran sebagian dana alokasi umum tahun anggaran 2016 yang menunda penyaluran DAU pemerintah provinsi selama empat bulan yang dimulai bulan September sampai bulan Desember 2016 sebesar Rp193.996.091.596.00 atau Rp48.499.022.899.00/bulan serta dengan terbitnya peraturan presiden No 66 tahun 2016 dimana terjadi penurunan target dana perimbangan provinsi Sumsel sebesar Rp473 miliar.
“Penurunan target pendapatan tersebut mengakibatkan kami  mengeluarkan kebijakan berupa penundaan pembayaran sebagian termin atas kontrak pekerjaan tahun 2016 kepada pihak rekanan ke tahun 2017 yang diakui sebagai utang per 31 Desember 2016. Terhadap kejadian ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan kami akan berupaya untuk mulai melakukan pembayaran hutang tersebut pada bulan Januari 2017 atau setelah selesai penerbitan seluruh dokumen yang diperlukan untuk melakukan pembayaran ,” kata Gubernur saat membacakan  penjelasan GubernurSumsel terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Provinsi Sumsel tahun anggaran 2017 pada rapat paripurna XX DPRD Sumsel , Kamis (10/11) di Gedung DPRD Sumsel.
        Rapat paripurna sendiri dipimpin Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha dan didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD Sumsel, anggota DPRD Sumsel dan jajaran kepala dinas dan SKPD.     
        Gubernur mengajak yang hadir agar sama-sama berdoa semoga permasalahan keuangan di negara ini dapat segera diselesaikan sehingga roda perekonomian dapat menggeliat.
        Selain itu menurut Gubernur komposisi anggaran belanja daerah tahun anggaran 2017 mengedepankan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar terutama dibidang pendidikan dan kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, ketentraman , ketertiban umum dan perlindungan masyarajat serta sosial.
        Disamping itu pemerintah provinsi  juga mengalokasikan bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk pelaksanaan sharing program berobat gratis dan pengeluaran  pembiayaan  yang akan digunakan untuk penyertaan modal kepada BUMD, pembayaran utang dana bagi hasil pajak provinsi  kepada kabupaten/kota tahun 2015 dan 2016 serta pembayaran utang kepada pihak rekanan tahun anggaran 2016.
        Menindaklanjuti keputusan Presiden RI No 12 tahun 2015 tentang panitia nasional penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 di Sumsel  bersama DKI Jakarta  dan instruksi Presiden  RI No 2 tahun 2016 tentang dukungan penyelenggaraan Asian Games yang telah di tuangkan dalam RKPD Pemerintah Provinsi  tahun 2017 dan dijabarkan lebih lanjut dalam nota kesepakatan KUA /PPAS yang telah ditandatangani bersama Gubernur dengan pimpinan DPRD Sumsel tanggal  4 November 2016.
 Maka rancangan APBD Sumsel tahun anggaran 2017 ditetapkan sebesarRp7.899.161.790.677.00 yang mengalami peningkatan  sebesar Rp489.25 miliar atau 6,60 persen dari APBD tahun anggaran 2016 dengan rincian
Pendapatan : Pendapatan daerah pada APBD perubahan tahun anggaran 2016 sejumlah 7.375616.672.580.91 menjadi 7.874.161.790.677.00 pada APBD tahun anggaran 2017, meningkat sejumlah Rp498.545.118.096.09 atau naik 6,76 persen ,” kata Gubernur.
        Lalu lanjut Gubernur  Belanja daerah ada APBD perubahan  tahun anggaran 2016 sejumlah Rp5.831.076.406.301.21 menjadi Rp6.529.050.199.779.50 pada APBD tahun anggaran 2017 , menungkat Rp697.976.793.478.29 atau naik 11,97 persen dengan penjelasa.
I . Pendapatan asli daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp3.016 triliun  dan mengalami penurunan sebesar Rp77.822 miliar atau 2.52 persen dari tahun anggaran 2016.
      II. Dana perimbangan direncanakan sebesar Rp3.324 triliun dan mengalami peningkatan sebesar Rp582.99 atau 21.27 persen dari tahun anggaran 2016.
III. Lain-lain pendapatan daerah yang sah direncakan sebesar Rp1.533 triliun dan mengalami penurunan sebesar Rp6.623 miliar atau 0,43 persen dari tahun anggaran 2016.
 
  Penerimaan pembiayaan daerah pada APBD perubahan tahun anggaran 2016 Rp34.288.460.160.25 menjadi Rp25.000.000.000.00 pada APBD  tahun 2017 berkurang Rp9.288.460.160.25. atau turun 27.09 persen.
        Dan pengeluaran pembiayaan  pada APBD perubahan tahun anggaran 2016 Rp1.578.831.726.439.95  menjadi Rp 1.370.111.590.897.50 pada APBD tahun anggaran 2017 berkurang Rp208.720.135.542.45. atau turun 13,22 persen.
        Belanja : Belanja daerah direncanakan sebesar Rp6.529.050.199.779.50 yang mengalami peningkatan sebesar Rp697.976.793.478.29  atau 11,97 persen dari tahun anggaran 2016 dengan penjelasan sebagai berikut:
Belanja tidak langsung dianggarkan sebesar Rp3.345 triliun dan mengalami penurunan sebesar Rp376.09 miliar atau 10.11 persen dari tahun anggaran 2016.
Belanja langsung dianggarkan sebesar Rp3.183 triliun  dan mengalami peningkatan sebesar Rp1.074 triliun atau 50.92 persen dari tahun anggaran 2016.
Untuk pembiayaan ,  penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp25 triliun yang bersumber dari sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2016.
        Untuk pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp1.370 triliun yang digunakan untuk penyertaan modal , pembayaran utang dana bagi hasil pajak provinsi kepada kabupaten dan kota tahun anggaran 2015 dan 2016 serta pembayaran utang tahun 2016 kepada pihak ketiga /rekanan.
        Sedangkan ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas mengatakan perlu disampaikan pemikiran, pandangan dan tanggapan anggota dewan dalam bentuk pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel .
“ Untuk memberikan kesempatan fraksi-fraksi DPRD Sumsel untuk menyampaikan pemikiran, pandangan dan tanggapan rapat paripurna ditunda hingga Senin (14/11),” katanya. #adv
 
Baca:  Kucurkan Rp43 Miliar Jaga Ketahanan Pangan Sumsel