Tebusan Amnesti Pajak di Sumsel Lebihi Target

16

pemberian-plakat-dari-kanwil-djp-sumsel-dan-kep-babel-kepada-inkindoPalembang, BP

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah penerimaan uang tebusan amnesti pajak (tax amnesty) periode pertama mencapai Rp795,6 miliar dengan jumlah 9.221 Surat Pernyataan Harta (SPH). Meski demikian pada periode kedua ini capaiannya masih belum maksimal.

Kepala Kantor Wilayah DJP Sumsel Babel M Ismiransyah M Zain mengatakan, hingga saat ini capaian tebusan amnesti pajak Rp818,2 miliar. “Periode kedua ini baru sekitar Rp23 miliar. Kami harapkan hingga akhir program amnesti pajak pada Maret nanti dapat mencapai Rp600 miliar,” katanya, Selasa (7/11).

Dikatakannya, di akhir periode pertama tebusan dana amnesti pajak melebihi target dari yang direncanakan Rp600 milair. Memasuki tahap kedua sedang diupayakan untuk menggandeng pihak pemerintahan. “Baik Pemda, pengusaha, UMKM maupun masyarakat lainnya diharapkan untuk tidak menunggu sampai akhir periode. Sebab, dikhawatirkan tidak terlayani karena batas waktu yang ditetapkan,” katanya.

Baca:  Alex Noerdin Ajak Manfaatkan ‘Tax Amnesty’

Maka dari itu, penyampaian SPH lebih cepat akan sangat membatu wajib pajak itu sendiri. “Tahap pertama ini kita sudah over target. Periode kedua ini tarif tebusan 3 persen. Sebelum periode berakhir diharapkan cepat-cepat untuk mengikuti program amnesti pajak, agar tidak kena tarif 5 persen di periode ketiga,” ucap dia.

Untuk mencapai target Rp1,2 triliun hingga periode ketiga berakhir, pihaknya terus melakukan upaya sosialisasi ke semua kalangan, mulai dari masyarakat umum, pengusaha hingga pejabat. “Sebagian besar wajib pajak yang mengikuti program ini adalah orang pribadi maupun Badan Usaha baik UMKM/non UMKM,” terang dia.

Baca:  Dana Tebusan Amnesti Pajak Capai Rp27 Miliar

Sementara itu, terkait penerimaan pajak di Sumatera Selatan dan Bangka tercatat baru mencapai 59% dari target yang dipatok Ditjen Pajak wilayah itu yang senilai Rp16 triliun. Masih rendahnya capaian penerimaan pajak di dua provinsi itu tidak terlepas dari perkembangan ekonomi global.

“Ekonomi saat ini belum membaik, harga komoditas pertambangan andalan Sumsel dan Babel ikut turun, baik itu batubara maupun timah,” katanya.

Baca:  Alex Noerdin Ajak Manfaatkan ‘Tax Amnesty’

Ismiransyah mengemukakan, meski pemerintah terus menggenjot penerimaan melalui program pengampunan pajak, tetapi faktor eksternal, seperti harga komoditas yang berpengaruh terhadap ekonomi suatu daerah, masih menjadi tantangan DJP untuk mencapai target penerimaan pajak.

Berdasarkan catatan, penerimaan pajak di Sumsel dan Babel didominasi oleh empat komoditas andalan kedua provinsi itu, yakni karet, sawit, batubara, dan timah.

Namun demikian, dia mengatakan, pihaknya masih optimistis penerimaan pajak di Sumsel Babel bisa mencapai 82% dari target yang dipatok.

“Saya sudah laporan ke pusat, realisasi penerimaan pajak di Sumsel dan Babel bisa capai 82% dari target,” katanya. #ren