Bawaslu Sumsel Bakal Tempati Gedung PWI Sumsel

25

PWI Sumsel Protes Keras
 
iriadi_20161103_222852
Sekretaris Bawaslu Sumsel Iriadi

Palembang, BP

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan akan pindah kantor. Untuk mendukung itu, Bawaslu Sumsel mendapat anggaran Rp5 miliar.
Sekretaris Bawaslu Sumsel Iriadi ketika ditemui  DPRD Sumsel, Senin (7/11), membenarkan ada tambahan Rp5 miliar di APBD Perubahan 2016 lalu. Namun menurutnya tidak benar anggaran itu muncul tiba-tiba tanpa ada proses. Ia memastikan prosesnya sudah benar.
“Kami memang mengajukan ke Badan Kesbangpol Linmas (Kesatuan Bangsa Politik, dan Perlindungan Masyarakat). Dan awalnya kami ajukan Rp20 miliar, setelah diverifikasi yadi setujui Rp5 miliar itu,” katanya.
Mengenai penggunaan anggaran, kata dia, diperuntukkan keperluan pindah kantor. Kantor Bawaslu yang berada di Jalan Kapten A Rivai serta Kantor Penegakan Hukum Terpadu (Gapkumdu) diserahkan ke Pemprov mengingat akan dijadikan penyertaan modal untuk BUMD. “Jadi Bawaslu harus pindah,” katanya.
Bawaslu, menurutnya, akan pindah ke Jakabaring, tepatnya menempati gedung milik PWI Sumsel. Rencananya anggaran itu untuk renovasi dan perbaikan kantor sehingga menjadi layak. Diakui, karena kantor PWI lama tidak ditempati kantor tersebut menjadi rusak. Atap bocor dan kumuh.
“Listrik saja tunggakannya sampai Rp75 juta. Belum kerusakan lainnya. Semua harus dibenahi terlebih dahulu. Memang sih di Jakabaring lebih luas lagi. Dan mudah-mudahan Desember ini sama ya cair dan kami sudah bisa pindah,” katanya.
Sedangkan Ketua PWI Sumsel Oktaf Riyadi mengaku hingga kini belum ada konfirmasi dari Pemprov Sumsel dan Bawaslu Sumsel yang akan untuk mengambil alih gedung PWI Sumsel di Jakabaring.
“Gedung PWI Sumsel di Jakabaring itu belum diserahkan pihak Pemprov Sumsel melalui PU Cipta Karya kepada kita, malahan kita membayar tagihan PLN di gedung PWI Sumsel itu sebanyak dua kali lebih, namun karena gedung PWI Sumsel tersebut belum diserahkan ke kita artinya gedung PWI Sumsel itu menjadi tanggung jawab PU Cipta Karya, termasuk tunggakan listriknya,” kata Oktaf, Senin (7/11).
Oktaf juga mengatakan, Gubernur Sumsel pernah berjanji akan segera menyerahkan gedung tersebut kepada PWI Sumsel namun hingga kini belum terealisasi.
“Kalau dalam gedung itu ada yang bocor kami tidak tahu dan memang kaca gedung itu pernah pecah dan kabel listrik di dalamnya pernah dicuri orang,” katanya.
Oktaf mengaku tidak terima dan memprotes keras jika gedung tersebut yang dari awal dibangun untuk PWI Sumsel akan diserahkan Pemprov Sumsel ke Bawaslu Sumsel .
“Kenapa gedung itu ketika mau kita pakai tidak di benahi oleh pihak PU sedangkan ketika Bawaslu yang pakai akan dibenahi, karena dari awal pembangunan gedung itu memang untuk PWI Sumsel, tapi kalau gedung itu mau tetap diserahkan ke Bawaslu Sumsel kita akan gugat dan mengambil langkah hukum,” katanya.#osk
Baca:  Soal PSU Pligub Sumsel di Palembang, Bawaslu Minta Waktu