2017, Sumsel Prioritas Bangun Pariwisata

14

indexPalembang, BP

Pembangunan pariwisata menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada 2017. Terlebih, sektor pariwisata tersebut dianggap untuk memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Pariwisata kita prioritas pada 2017 mendatang,” kata Kepala Bappeda Provinsi Sumsel Ekowati Retnaningsih, Minggu (6/11).

Meskipun begitu, kata dia, bukan berarti semua usulan kegiatan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel akan ditindaklanjuti. Jika terdapat kegiatan yang tidak terkait skala prioritas, maka akan ditunda dulu.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejumlah proyek Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang masuk prioritas antara lain perbaikan jalan provinsi di 17 kabupaten/kota, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, penanggulangan kemiskinan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), persiapan Asian Games dan rumah sakit provinsi.

“Lalu, Dinas PUCK juga menjadi prioritas karena banyak program pembangunan untuk persiapan Asian Games 2018. Jadi bisa dilihat SKPD mana yang mendapatkan alokasi anggaran paling besar. Kalau ada kegiatan yang tidak masuk skala prioritas, maka akan dilihat urgensinya,” jelasnya.

Semua kegiatan yang menjadi prioritas Pemprov Sumsel tersebut berdasarkan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara pimpinan DPRD Provinsi Sumsel dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2017 di DPRD Provinsi Sumsel belum lama ini.

Sebelumnya diketahui, Rancangan APBD Sumsel tahun 2017 mengalami peningkatan 6,60 persen dibanding tahun 2016. Dimana anggaran tahun lalu yang hanya Rp7,409 triliun menjadi Rp7,899 triliun.

Pendapatan daerah pada APBD P 2016 sebesar Rp7,375 triliun menjadi Rp7,874 triliun pada APBD 2017 meningkat Rp498 miliar atau naik 6,76 persen. Kemudian, belanja daerah pada APBD Perubahan 2016 sebesar Rp5,831 triliun menjadi Rp6,529 triliun pada APBD 2017 meningkat Rp676 miliar atau naik 11,97 persen.

Lalu, penerimaan pembiayaan daerah pada APBD P tahun 2016 sejumlah Rp34 miliar atau menjadi Rp25 miliar pada APBD 2017 berkurang Rp9 miliar atau turun 27,09 persen dan pengeluaran pembiayaan APBD P 2016 sejumlah Rp1,578 triliun menjadi Rp1,370 triliun pada APBD 2017 atau berkurang Rp208 miliar atau 13,22 persen. # adv