Tim Gabungan UPTD Dispenda Palembang II Razia Pajak Kendaraan Bermotor

20

Palembang, BP

UPTD Dispenda palembang II Provinsi  Sunnamedumsel bersama jajaran kepolisian  Polsek Plaju dan petugas jasa raharja, menggelar razia pajak kenderaan bermotor (PKB) di daerah Plaju Jl Ahmad Yani, Palembang, Selasa (1/10), yang merupakan zona layanan UPTD Dispenda Palembang II.

Pada operasi gabungan dimaksud menurut Herryandi Sinulingga,Ap selaku Kepala UPTD Palembang II Dispenda Provinsi Sumatera Selatan, didampingi Kanitlantas Polsek Plaju Iptu Supardi bersama anggota dan Dwi Lestari petugas Jasa Raharja dan kasi penagihan Uptd palembang  II Yenni Listiawati, mengungkapkan sasaran kenderaan bermotor baik R2, dan R4 dan kenderaan bermotor yang masih menggunakan plat kenderaan bermotor di luar wilayah hukum Provinsi Sumatera.

Baca:  Polsek Sukarami Sita Ratusan Botol Miras dan Satu Perempuan Pemilik Ekstasi

Hasil operasi rajia gabungan ini ,kenderaan bermotor yang diberhentikan oleh petugas kepolisian lalulintas jalan raya jajaran Polsek plaju, terdapat 115 unit kenderaan bermotor, yang melanggar aturan dengan rjncian sebagai berikut :  70 unit kenderaan bermotor baik roda 2 dan roda 4 yang menunggak pajak atau telat bayar pajak kenderaan bermotor (PKB), sisa 45 unit kenderaan bermotor , dengan uraian 23 unit kenderaan dlm provinsi yang melakukan pelanggaran 19, pelanggaran Stnk, 4 pengendara bermotor pelanggaran surat ijin mengemudi (SIM) dan 22 unit kenderaan roda 4 yang masih menggunakan plat kenderaan diluar provinsi sumsel antara lain plat B.BE,BK dan Plat R

Baca:  32 warga Palembang Terjaring Razia Masker Diangkut Ke Asrama Haji

Herryandi sinulinggga menambahkan, untuk 22 unit kenderaan yang masih menggunakan plat luar provinsi sumatera selatan dimaksud dibuat surat pernyataan untuk segera memutasi plat kenderaanya ke wilayah provinsi sumsel dan dihimbau kepada pemilik kenderaaan untuk memanfaatkan program yang saat ini berjalan bahwa BBN.KB gratis sampai masa berlakunya peraturan gubernur, tahun 2016 tentang pemutihan pajak kenderaan bermotor,

selanjutnya lingga menjelaskan bahwa program pemutihan pajak diberlakukan untuk meminimalkan beban masyarakat yang saat ekonomi sulit dan juga sekaligus untuk mencapai target pajak daerah yang telah ditetapkan dan bertujuan untuk pembangunan di Sumsel.

Baca:  Asyik Dugem, Polisi Datang Gelar Razia

Secara terpisah, H Marwan Fansuri S.sos,MM selaku Plt Kadispenda Prov.Sumsel  mengimbau kepada masyarakat sumatera selatan khususnya bagi pemilik kenderaan bermotor untuk memanfaatkan program pemutihan pajak kenderaan yang akan berakhir tgl 31 desember 2016, dan bagi seluruh kepala uptd dispenda se provinsi sumsel untuk segera melaksanakan tugas dan fungsinya untuk melayani masyarakat kita kedepan fasilitas layanan juga akan kita tingkatkan seperti mobile samsat keliling, drive thruu, dan kerjasama dengan pos indonesia, semua itu kami lakukan demi kenyaman pelayanan kami ke masyarakat sumsel, ayo kerja dan menghimbau pelayanan samsat sumsel bebas pungli ujarnya. #rel