Hadirnya FPK Diharapkan Mampu Tumbuhkan Keharmonisan

11

Palembang, BP

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumatera Selatan (Sumsel) Dr HMC Baryadi, MM melalui Sekretaris Umumnya Ahmad Marzuki mengintruksikan kepada jajarannya agar tidak terlibat dengan rencana aksi unjuk rasa dari berbagai elemen organisasi masyarakat Islam.

“Kita sudah imbaukan kepada jajaran yang tergabung di FPK untuk tidak ikut melakukan aksi di Jakarta pada 4 November nanti,” kata Ahmad di Griya Agung usai acara pelantikan FKUB dan FKDM Sumsel, Rabu (26/10).

Adapun isu yang diangkat dalam aksi unjuk rasa itu adalah terkait ucapan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal Surat Almaidah ayat 51 yang menjadi pro kontra di kalangan masyarakat.

“Saat ini, kasus itu sudah diproses pihak kepolisian, ya serahkan saja urusan itu kepada polisi,” ujarnya.

Tak ingin ada konflik terkait suku, agama dan antargolongan (SARA) terjadi di Sumatera Selatan, FPK Sumsel terus melakukan sosialisasi.

“Sosialisasi yang kita lakukan, tidak hanya mengajak diskusi para pemuda lintas agama. Tapi juga kini melakukan roadshow ke kampus kampus atau ke Universitas yang ada di Sumsel untuk memperkenalkan Pembauran   kebangsaan,” ujarnya.

“Untuk universitas yang sudah dikunjungi pertama salah satu perguruan tinggi di kabupaten Muba dan UIN Raden Patah Palembang,” tambahnya.

Ahmad juga menjelaskan FPK  yang merupakan wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antar-warga yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan guna menerima kemajemukan oleh masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hadirnya FPK diharapkan mampu menumbuhkembangkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghargai, saling menghormati dan saling mempercayai di antara anggota masyarakat agar tercipta ketentraman dan ketertiban di masyarakat,” imbuhnya.

Di ujung percakapan, dirinya meminta agar ormas Islam untuk tidak melakukan aksi pada 4 November nanti.

“Biarlah pihak berwajib yang menyelesaikan kasus tersebut. Takutnya ada terjadi bentrok, kasian masyarakat yang tidak tahu apa-apa terkena imbasnya,” katanya. Oedo/*