Samsat ‘Online’ Cegah Pungli & Calo

38

kapolda-sumsel-irjen-pol-djoko-prastowo_20160826_140031Palembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, Jasa Raharja, dan Bank SumselBabel meluncurkan Samsat Online untuk memberantas aksi calo dan pungutan liar (pungli) yang marak terjadi kepada masyarakat, Rabu (19/10).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman mengatakan, pelayanan baru Samsat Online ini merupakan upaya pemprov untuk memutus mata rantai percaloan dan pungutan liar.
“Sistem online sangat mempermudah masyarakat dan mengurangi pertemuan tatap muka antara petugas dengan wajib pajak. Pungli itu dapat terjadi karena ada pertemuan antara petugas dengan wajib pajak dan tidak transparan jumlah pajak yang harus dibayarkan. Selama ini kan sistemnya manual,” tuturnya usai peresmian Kantor Samsat I Palembang dan peluncuran Samsat Online, Selasa (18/10).

Sebagai upaya lain, pihaknya akan segera meluncurkan sistem informasi administrasi pajak online (SIAPO). Ini adalah yang pertama kalinya diluncurkan di Indonesia yang akan dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, 27 Oktober mendatang.

Baca:  Peringatan HUT Kemerdekaan, UPTB Samsat Ogan Ilir Apel Bersama dan Bagi-bagi Masker, Kue, dan Coklat kepada WP  

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Tomex Kurniawan mengatakan, dengan adanya sistem online ini maka pembayaran dapat dilakukan dimana dan kapan pun. Ia meyakini, tindakan ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membayar pajak kendaraan.

“Seluruh warga Sumsel, dapat membayar pajak kendaraan di seluruh wilayah Sumsel dengan menggunakan KTP asli yang sesuai dengan data di STNK. Tujuan pembayaran pajak menggunakan KTP asli, selain registrasi dan data kepemilikan benar dan memiliki kekuatan hukum dengan sistem online semua wajib pajak bisa membayar pajak kendaraan dimana saja,” tambahnya,

Untuk aplikasi SIAPO, kata dia, sebelum wajib pajak membayar pajak kendaraannya, terlebih dahulu bisa mengecek menggunakan aplikasi ini melalui smartphone yang dimiliki. Jumlah biaya pajak bisa tertera dan wajib pajak tinggal masuk dan registrasi dan datang ke bank.

Baca:  Samsat Kelurahan Telah Dibuka

“Ini mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan secara langsung dan memutus prosedur yang berbelit-belit bagi masyarakat untuk membayar pajak kendaraan,” terang Tomex.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Pratowo mengungkapkan, adanya sistem online itu diyakini sebagai upaya untuk memberantas pungli dan menghentikan aktivitas percaloan. “Semua itu harus diakhiri. Kami tidak mau ini terjadi. Untuk Dirlantas sendiri, diwajibkan semua petugas harus menggunakan sistem kerja sebenarnya, tidak boleh ada calo didalam petugas dan tidak boleh ada pungli. Jika sampai terjadi, maka akan langsung saya tindak tegas,” ungkap dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel Marwan Fansuri berujar, berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Daerah, saat ini pemasukan pajak kendaraan bermotor (PKB) sudah mencapai Rp1 triliun lebih dengan jumlah kendaraan yang sudah membayar lebih dari 12.000 kendaraan.

Baca:  Saat Karnaval Samsat PALI Terus Gencar Sosialisasi Bagi Wajib Pajak

“Ini sudah 80 persen dari target yang hendak dicapai. Banyaknya masyarakat membayar PKB karena dipancing oleh program pemutihan yang dilakukan gubernur. Jadi kebanyakan yang sudah menunggak lebih dari dua tahun yang sudah membayar,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat benar-benar memanfaatkan waktu hingga 31 Desember mendatang untuk melakukan pemutihan. Dimulai awal tahun depan, Ditlantas Polda Sumsel akan menindak tegas kendaraan yang masih saja menunggak pajak.

“Kan sudah diberi waktu untuk ‘memutihkan’ kendaraannya empat bulan dari September hingga Desember dan sudah diringankan. Polisi pasti akan menindak tegas pemilik kendaraan yang masih saja menunggak selepas 31 Desember,” tegasnya. #adv