170.000 Lahan Gambut Rusak Direstorasi

18

lahan-gambut-rusak-di-restorasi-gub-pertemuan-dgn-dubes-norwegia-2Palembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) yang didukung penuh pemerintah Norwegia akan melakukan pemetaan menyeluruh lahan gambut seluas 170.000 hektar yang rusak di Sumsel.

Kepala BRG Nazir Foead mengatakan, pemetaan tersebut akan dilakukan menggunakan teknologi canggih, terbaru, mudah, dan murah. “Pemetaan dilakukan secara lengkap serta detail hingga kedalaman tertentu dari lahan gambut,” ujarnya saat diskusi survey pemetaan lahan gambut bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik, di Ruang Rapat VIP Bandara SMB II Palembang, Rabu (19/10).

Menurut Nazir, pemetaan lahan gambut di seluruh Indonesia akan dilakukan di enam provinsi, yang dimulai di Sumsel seluas 170.000 hektar.

Baca:  Raperda Pertanggungjawaban APBD TA 2016 Resmi Jadi Perda

“BRG akan membuat data digital dalam bentuk peta dan foto terkait restorasi (pemulihan) lahan gambut, nantinya digunakan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait pengelolaan lahan gambut. Ini akan menjadi dasar dari perencanaan restorasi, pertengahan November bisa selesai, dan ini merupakan inisiasi pemetaan secara lengkap,” jelasnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyampaikan rasa terima kasih pada pemerintah pusat dan Norwegia yang telah memperhatikan masalah lingkungan di Sumsel.
Alex berujar, dari total 350.000 hektar lahan gambut di Sumsel, separuhnya mengalami kerusakan. Setelah pemetaan, restorasi segera dilakukan.

“Pemetaan ditargetkan selesai pertengahan November tahun ini. Setelahnya langsung restorasi dilakukan,” ujar Alex.

Baca:  Alex Noerdin ‘The No Fire Governor’

Menurutnya, semua pihak tidak bisa saling menyalahkan terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan tahun lalu di Sumsel. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan.

“Salah satu upaya yang dilakukan yakni saat ini Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Sumsel sudah diakui pemerintah sebagai satgas terbaik di Indonesia,” tambahnya.

Setelah melakukan diskusi, dilanjutkan joy flight untuk melihat langsung kondisi lahan gambut di wilayah Sumsel dengan menggunakan Pesawat Pilatus berpenumpang empat orang termasuk pilot.
Terpisah, Deputi I Bidang Perencanaan Badan Restorasi Gambut Budi Wardana mengatakan, Sumsel menduduki peringkat pertama sebagai daerah lahan gambutnya yang terbakar dari tujuh provinsi lainnya se- Indonesia. Jumlah tersebut hampir setengah luas lahan gambut Indonesia.

Baca:  Alex Noerdin Pimpin Indonesia di ISG 2017

Pihaknya saat ini fokus untuk mengerjakan program restorasi mulai 2017 mendatang. Selain itu, pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan daerah agar mengetahui program  apa yang harus di lakukan. Upaya dalam melakukan restorasi gambut tentunya dengan cara menanam kembali lahan gambut yang sudah terbakar.

“Ada tiga cara pendekatan dalam menanam tanaman yang berada di hutan kawasan, hutan lindung dan hutan kelola masyarakat. Untuk tanaman yang ditanam di lahan gambut sesuai dengan kondisi lahan di sekitarnya, jadi setelah lahan tersebut selesai di restorasi maka diharuskan untuk ditanam tanaman,” katanya. #adv