Sumsel Siaga Banjir Longsor Hingga April 2017

13

kapolda-sumsel-irjen-pol-drs-djoko-prastowo-saat-memeriksa-barisan-petugas-apel-siaga-karhutla-di-pt-sampoerna-agroPalembang, BP Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor sejak 3 Oktober 2016 lalu. Keputusan tersebut merupakan upaya antisipasi agar cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah lain di Indonesia, tidak terlalu memberikan kerugian di Sumsel. Staf Ahli Bidang Penanggulangan Bencana Alam Pemprov Sumsel Yulizar Dinoto mengatakan, status siaga akan berlangsung hingga April 2017. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badaruddin II, musim hujan akan berlangsung lama hingga April tahun depan, yang diiringi dengan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang. Dirinya mengatakan, ada 10 daerah yang rawan banjir di Sumsel, yakni Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Musirawas, PALI, Lahat, Banyuasin, OKI, Muaraenim, OKU Timur, dan Palembang. Sementara tujuh daerah rawan longsor, yakni Musi Banyuasin, Lahat, Empat Lawang, Pagaralam, OKI, Muaraenim dan OKU Selatan. “Pemprov menginstruksikan pemerintah  kabupaten/kota dan BPBD daerah untuk meningkatkan status daerah. Apalagi baru-baru ini terjadi bencana banjir di Empat Lawang. Instansi terkait yakni PU Bina Marga, PU Pengairan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta Badan SAR pun harus saling berkoordinasi,” ujarnya. Daerah yang rawan longsor, ujar Yulizar, terutama kawasan dataran tinggi, akan disiagakan alat berat oleh Dinas PUBM dan. Dinkes dan Dinsos dapat menyiapkan posko untuk keperluan kesehatan dan pangan, makanan, tenda dan peralatan. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Drs Apriyadi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan seluruh kebutuhan masyarakat apabila terjadi banjir maupun tanah longsor yang biasa terjadi saat musim hujan. “Kami pun sudah menginstruksikan Dinsos kabupaten/kota maupun tim Tagana kabupaten/kota untuk standby, baik untuk mencegah terjadi banjir maupun saat bencana lainnya yang datang,” kata Apriyadi. Bentuk partisipasi Dinsos, seperti  mempersiapkan mobil dapur umum yang sudah disiapkan di Kabupaten Muaraenim dan Palembang, bisa dipindah ke wilayah lain apabila terjadi bencana di wilayah lain. Sementara untuk persiapan bahan makanan seperti beras sudah disiapkan di setiap kabupaten/kota sebanyak 100 ton dan cadangan 100 ton disiapkan di gudang Dinsos Provinsi untuk keperluan dapur umum. Selain beras, juga telah disiapkan bahan makanan lainnya seperti mie instan dan lain-lain. Tak hanya makanan, bahan perlengkapan lainnya yang nantinya dibutuhkan masyarakat saat terjadi bencana adalah selimut, pakaian, terpal dan lain sebagainya yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sementara itu, Komandan Korem 044/Gapo Kol Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan, pihaknya sudah siap mengantisipasi terjadinya bencana di sejumlah daerah di Sumatera Selatan. Di antaranya dengan menyiagakan satuan TNI untuk ditempatkan di lokasi-lokasi rawan banjir dan longsor. Pihaknya menyiapkan tiga satuan setingkat kompi (SKK) yang setiap SSK-nya terdiri dari 100 orang anggota Korem. Pasukan disiagakan untuk  membantu evakuasi, pencarian korban, hingga membantu pembangunan kembali jika ada bencana. “Kami tempatkan personel dengan fokus ke sejumlah daerah yang rawan yakni daerah dataran tinggi seperti OKU Selatan, Pagaralam, Empat Lawang, Musirawas Utara, Musirawas. Sekarang yang sudah kita lakukan yakni kesiapan peralatan perorangan bagi para personel TNI yang akan diterjunkan ke lapangan. Kita terus koordinasi dengan pemerintah daerah terkait ini,” ujarnya. #adv