Home / Headline / SFC Merasa Poinnya Dirampas Wasit

SFC Merasa Poinnya Dirampas Wasit

master-babak-i-psm-vs-sriwijaya-5Palembang, BP 

Untuk kesekian kalinya, Sriwijaya FC harus menerima ketidakadilan dari wasit pertandingan. Firman Utina dan kawan-kawan merasa poin mereka dirampas wasit Iwan Kuncoro kala bertamu ke markas PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Senin (17/10).

SFC sempat unggul lewat gol Musafri menit ke-71. Tim tuan rumah mendapatkan penalti menit ke-83 karena Ferdinand Sinaga dijatuhkan dan gol kedua dicetak Ferdinand menit ke-90.

Gol pertama sempat menjadi kontroversi karena Ferdinand seakan jatuh sendiri. Tapi SFC menerima lapang dada penalti itu karena memang tidak begitu jelas. Tapi gol kedua PSM Makassar itu, jelas sebuah kesalahan. Insiden ini berawal saat Ngurah Nanak membuang bola dan mengenai kaki striker PSM Makassar Titus Bonai.

Harusnya itu menjadi bola milik Laskar Wong Kito, Nanak pun sudah menunggu hakim garis mengangkat bendera. Tapi hakim garis terkesan lamban, sementara pemain PSM Makassar bergegas langsung merebut bola dan memasukkan ke dalam lapangan kembali.

Sontak pemain SFC melakukan protes ke hakim garis dan wasit pemimpin pertandingan Iwan Kuncoro. Saat pemain bertahan SFC masih sibuk memprotes itulah bola terus berjalan dan wasit tidak menghentikan pertandingan hingga Ferdinand Sinaga dengan leluasa mencetak gol.

Gol kedua ini mengundang protes keras Laskar Wong Kito. Gol Ferdinand dirasa selayaknya dianulir karena lewat proses yang tidak fair. “Kejadiannya sangat dekat dengan asisten wasit, yang anehnya Iwan juga berani memutuskan bola untuk PSM padahal asistennya belum memutuskan. Silakan liat rekaman pertandingannya, semua orang di stadion juga tahu bahwa lemparan tersebut seharusnya untuk SFC,” keluh Pelatih Kepala SFC Widodo Cahyono Putro, Senin (17/10).

Bola yang hendak diamankan oleh Ngurah Nanak, sebelum keluar lapangan sudah sangat jelas menyentuh pemain PSM Titus Bonai terlebih dulu. “Jarak saya pun sangat dekat dengan kejadian sehingga jelas sekali, dan kesalahan seperti ini bukan sekali dilakukannya di pertandingan ini. Terakhir sangat fatal dan mengapa saat injury time?,” tambahnya.

Dalam laga ini, anak asuhnya tidak layak menelan kekalahan. Malah Firman Utina dan kawan-kawan berhak membawa pulang poin dari Juku Eja. Tapi hal itu harus kandas karena buruknya kepemimpinan wasit.

“Bagi saya SFC tidak kalah dan minimal mendapatkan poin di laga ini, mereka sudah berjuang keras dan membuat pemain PSM tidak berkembang. Namun sangat disayangkan, kompetisi atau turnamen yang seharusnya muaranya untuk kepentingan Timnas malah terus dirusak seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu Pelatih PSM Makassar Rene Albert, enggan mengomentari kepemimpinan wasit dan lebih menyoroti buruknya pengaturan jadwal di kompetisi TSC 2016.

“Bermain dibawah terik matahari dan dijadwal yang sangat mepet, musim depan harus lebih baik,” keluhnya.

Pelatih asal Belanda menegaskan sulit baginya menuntut pertandingan yang berkualitas bila hal ini terus terjadi.

“Lapangan juga tidak memadai, bagaimana sepakbola Indonesia bisa maju. Saya harus sampaikan ini dan pihak operator harus mengurus hal mendasar seperti ini dulu karena sangatlah penting karena bila tidak dilakukan maka tidak mungkin ada perkembangan positif,” katanya.

 

#Mengandalkan Serangan Balik

Melawan PSM Makassar, Sriwijaya FC mengandalkan serangan balik untuk mencetak gol. Di babak pertama, PSM selaku tuan rumah memulai pertandingan dengan serangan cepat. Juku Eja mulai berinisiatif untuk mencetak gol terlebih dulu di pertandingan ini.

PSM hampir unggul pada menit ke-24 setelah Rizky Pellu berhasil menyontek bola di depan gawang SFC. Sayang, Teja Paku Alam masih bisa mengamankan gawang dari kebobolan.

Laskar Wong Kito punya peluang untuk unggul terlebih dahulu. Sayang, sepakan Hilton Moreira pada menit ke-32 masih belum mampu menembus gawang PSM, yang dikawal Deny Marsel.

Juku Eja kembali memiliki kesempatan membuka keunggulan. Kali ini melalui tendangan bebas Zulvin Zamrun pada menit 37. Tapi sepakan kembaran dari Zulham Zamrun itu masih dapat diamankan Teja.

Kedua bermain menyerang pada babak pertama. Tetapi, kedudukan 0-0 bertahan hingga peluit dibunyikan.

Pada babak kedua, SFC memulai serangan lebih dulu. Beberapa serangan dari Hilton Moreira, tapi masih bisa diredam oleh barisan pertahanan PSM.

Tim tamu akhirnya mampu membobol gawang PSM terlebih dulu. Sepakan Abdul Musafri tak dapat ditahan dengan baik oleh kiper Deny Marsel menit ke-71.

Namun tak berselang lama, PSM mendapat hadiah penalti pada menit ke-79, setelah Ferdinand Sinaga dilanggar di dalam kotak penalti. Rasyid Bakri yang bertugas sebagai algojo mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kedudukan kembali imbang 1-1.

Menit ke-90, PSM akhirnya berbalik unggul setelah umpan silang dari Ardan Aras, berhasil ditanduk dengan baik oleh Ferdinand Sinaga. 2-1 Juku Eja unggul.

Gol ini mengundang protes keras pemain SFC. Gol ini Ferdinand berawal dari proses yang salah, bola sempat meninggalkan lapangan hijau, dan seharusnya itu menjadi milik SFC.

Lantaran, bola ditendang Ngurah Nanak dan mengenai kaki striker PSM Makassar Titus Bonai. Tapi wasit tak mengambil keputusan apapun hingga pemain PSM mengambil alih penguasaan bola yang seharusnya milik SFC.

Pemain melakukan protes ke hakim garis dan wasit, tapi bola masih terus berjalan sehingga tercipta gol. Tapi wasit bersikukuh pada keputusannya, kemenangan buat tim tuan rumah 2-1. #zal